Madiun

Lima Hari, Dinkes Kota Madiun Tracing 512 Kontak Erat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah pusat menginstruksikan daerah untuk mempercepat testing, tracing, dan treatment (3T). Di Kota Madiun testing ditarget positivity rate kurang dari 10 persen. Terutama, suspect yang bergejala dan kontak erat. Pun ditarget per hari menyasar 381 orang. Sesuai Inmendagri 15/2021 tentang PPKM Darurat, target tiap daerah bervariasi.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun Denik Wuryani mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti instruksi tersebut. Tidak hanya swab test polymerase chain reaction (PCR) yang dinyatakan resmi sebagai diagnosis konfirmasi Covid-19. ‘’Kami sudah gunakan rapid test antigen untuk diagnosis, karena dari pusat diperbolehkan,’’ kata Denik, Kamis (8/7).

Meski belum sesuai target, pihaknya terus berupaya meningkatkan testing. Sebab, testing tergantung hasil tracing harian terhadap kontak erat pasien Covid-19. Rata-rata harian tracing 150-180 orang kontak erat. Dari rata-rata 50 kasus harian. Asumsinya per kasus konfirmasi terdeteksi 3-5 kontak erat hasil tracing. ‘’Itu pun tergantung di lapangan,’’ lanjutnya.

Jika diakumulasi selama 18 hari PPKM darurat, total testing yang harus dikejar Kota Madiun 6.858 orang. Karena itu, dalam setiap operasi yustisi, Satgas Penanganan Covid-19 mengajak tim medis melakukan random test antigen pelanggar. ‘’Seminggu sudah lebih dari seribu orang yang dites,’’ sebut Denik.

Terkait tracing pemerintah pusat menarget minimal 15 orang kontak erat. Laporan sementara, sejak PPKM darurat 3 Juli lalu, tracing menyasar 512 kontak erat. Perinciannya, 3 Juli 80 orang, 4 Juli 65 orang, 5 Juli 73 orang, 6 Juli meningkat drastis di angka 157 orang, dan kemarin (7/7) 137 orang. ‘’Konsekuensinya yang terdeteksi banyak dan treatment (perawatan) harus disediakan,’’ ungkapnya.

Dampak kejar tayang testing dan tracing itu, daerah harus menghadapi lonjakan kasus konfirmasi. Tingkat keterisian ruang isolasi di Wisma Haji terkerek, dikhususkan bagi pasien konfirmasi gejala ringan. Termasuk yang didapatkan dari random test saat operasi yustisi. Saat ini tingkat keterisian 70 persen dari total kapasitas 112 tempat tidur (TT). ‘’Kami siapkan untuk tambahan,’’ terangnya.

Saat ini pihaknya tengah menyiapkan tambahan 40 TT. Memanfaatkan gudang yang semula sebagai ruang tim medis. Menurut Denik, itu bagian tindak lanjut inmendagri maupun inwal tentang PPKM darurat. Disebutkan bahwa treatment perlu dilakukan komprehensif sesuai gejala. ‘’Hanya pasien bergejala sedang, berat, dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit. Ringan kami sediakan Wisma Haji, jika di rumah tidak memungkinkan,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button