Magetan

Lima Bilik Sterilisasi Pasar Tradisional Magetan Hanya Pajangan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Bilik sterilisasi di lima pasar tradisional Magetan kini hanya menjadi pajangan. Dinas perindustrian dan perdagangan memutuskan tidak akan memfungsikannya. Alasannya, hasil penelitian World Health Organization (WHO) menunjukkan adanya dampak buruk atas penyemprotan cairan disinfektan secara langsung pada tubuh manusia. ‘’Lagi pula tidak ada operatornya,’’ kata Kabid Pasar Disperindag Magetan Handoko.

Dia menyebut, empat dari lima bilik adalah bantuan dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Yakni, di Pasar Sayur, Mangge, Parang, dan Plaosan. Satu lainnya berada di Pasar Baru yang merupakan bantuan dari donatur. Karena tidak otomatis, pengoperasiannya harus di-handle petugas. ‘’Terkendala di personelnya,’’ ujarnya.

Disperindag memilih memaksimalkan fasilitas tempat cuci tangan. Juga penyemprotan disinfektan di seluruh kawasan pasar seminggu sekali. Cara itu dipandang lebih efektif mengingat selama ini pasar dinilai sulit menerapkan protokol kesehatan. ‘’Sebisa mungkin kami tetap berikan imbauan pada pedagang dan pembeli,’’ tuturnya.

Handoko menyebut, tidak ada protokol khusus menyongsong era normal baru atau new normal. Sistem ganjil genap belum diterapkan karena proses persiapannya memakan waktu lama. ‘’Perlu kajian lebih mendalam,’’ katanya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close