PacitanPeristiwa

Lihat Loker di Medsos, Netizen Tertipu Rp 150 ribu

PACITAN – Penipuan lowongan kerja melalui media sosial (medsos) sedang marak di Pacitan. Seperti yang dilakukan Irfan Riyanto. Mengatasnamankan pejabat dari PT Linggarjati Mahardika Mulya, dia meminta uang pelicin penerimaan karyawan Rp 150 ribu per orangnya. ‘’Katanya untuk fee supaya diterima,’’ beber Rendy Kurniawan, salah satu korbannya.

Rendy yang menganggur itu mengaku tergiur dengan lowongan kerja yang diumumkan via facebook. Nomor yang tertera di lama itu pun dihubunginya via whatapps, Selasa (9/10). Dia pun diminta membuat surat lamaran dengan mencantumkan foto diri. Persyaratan tersebut sekedar dikirim melalui whatapps. ‘’Setelah itu suruh transfer,’’ imbuhnya.

Keesokan harinya, Rendy menerima pesan jika dirinya telah diterima. Rendy sekedar diminta untuk datang ke PT Linggarjati Mahardika Mulya di Desa Wonogondo, Kebonagung, Pacitan untuk menjalani interview, Jumat (19/10). Sialnya, sesampainya di lokasi, dia baru tahu bila pabrik triplek itu tidak sedang membuka lowongan kerja. ‘’Setelah itu, nomornya sudah tidak bisa dihubungi,’’ ungkapnya.

Ironisnya, kejadian itu tidak hanya dialami Rendy. Di lokasi, Rendy juga bertemu sejumlah orang yang sama-sama menjadi korban penipuan. Akhirnya, laporan itu ditanggapi pihak pabrik dengan membuat laporan ke kepolisian. Demi nama baik PT Linggarjati Mahardika Mulya yang telah dimanfaatkan pelaku. Sementara Rendy memilih untuk mengikhlaskan uangnya yang tidak seberapa itu. ‘’Saya tidak laporan. Cuma kabarnya sudah diproses hukum oleh perusahaan itu,’’ bebernya.

Saat berselancar di dunia maya, setelahnya Rendy mendapati postingan lain yang mewanti-wanti agar tidak mudah tergiur lowongan kerja yang mengatasnamakan PT Linggarjati Mahardika Mulya. Diperkirakan, peringatan itu dituliskan oleh pegawai perusahaan bersangkutan. ‘’Saya tidak sempat screenshot postingan imbauan itu,’’ imbuhnya.

Terpisah, PT Linggarjati Mahardika Mulya belum bisa dikonfirmasi mengenai lowongan kerja palsu yang mencatutnya itu. Usaha untuk menghubungi kantor pabrik triplek itu belum mendapatkan tanggapan. Termasuk saat wartawan koran ini menghubungi petugas kepolisian. Baik melalui sambungan telepon ataupun pesan singkat. (odi/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close