Ponorogo

Liburkan Sekolah, Larang Kegiatan Wisata

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemkab akhirnya mengambil sikap. Lewat rapat koordinasi lintas instansi yang berlangsung selama empat jam, Bupati Ipong Muchlissoni mengeluarkan 15 kebijakan guna mencegah Covid-19 atau korona merambah Bumi Reyog.

Beberapa poin penting pun disepakati. Salah satunya meliburkan ribuan pelajar di daerah setempat. ‘’Seluruh jenjang sekolah mulai pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi, mulai besok (hari ini, Red) diliburkan selama 14 hari,’’ kata Ipong Senin (16/3).

Meski diliburkan, proses pembelajaran tetap berlangsung. ‘’Konsepnya bagaimana, masih akan dibahas oleh dindik (dinas pendidikan, Red). Kami juga minta para orang tua mengawasi anak-anaknya supaya tetap berada di rumah,’’ ujarnya.

Poin penting lainnya, Ipong meminta satuan tugas (satgas) yang dibentuk untuk mencegah merebaknya Covid-19 menyediakan fasilitas hand sanitizer sebanyak mungkin di tempat-tempat umum. Sementara, para ASN tetap bekerja, namun dilarang melakukan kegiatan dinas ke luar kota. Anggota DPRD juga diimbau tidak melakukan kunjungan kerja.

‘’Seluruh sekolah dalam waktu satu bulan ke depan tidak boleh berwisata ke luar Ponorogo,’’ paparnya. ‘’Kalau kepala dinas ada tugas ke luar kota, harus seizin bupati,’’ imbuh Ipong.

Dia juga meminta warga menghindari kegiatan melibatkan banyak massa semisal konser. Pun, agenda tilik desa bupati untuk sementara ditiadakan. Tak hanya itu, masyarakat juga dilarang menggelar acara penyambutan warga yang baru pulang dari luar Ponorogo, khususnya luar negeri. ‘’Semua pihak, dipimpin oleh kades dan disupervisi camat, wajib mengawasi keluar masuknya orang di wilayah masing-masing,’’ tegasnya.

Prasarana, lanjut Ipong, juga perlu dipastikan siap. Karena itu, dia meminta seluruh rumah sakit swasta untuk menyediakan minimal lima kamar isolasi. Sedangkan setiap puskesmas sedikitnya satu. Sementara, RSUD dr Harjono minimal 10. ‘’Dinkes dan RSUD perlu menambah persediaan cadangan obat, terutama yang menyangkut imunitas, serta masker dan hand sanitizer,’’ pintanya.

Ipong memastikan seluruh biaya berobat warga Bumi Reyog yang telah berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) akan ditanggung daerah. Pun, satgas yang dibentuk diharapkan efektif bekerja mulai kemarin. Dalam satgas tersebut, bupati dan ketua DPRD bertindak selaku pengarah. Satgas diketuai Sekda Agus Pramono, didampingi dua wakil ketua yakni kepala dinkes dan kepala pelaksana BPBD.

Anggota satgas berasal dari unsur organisasi perangkat daerah (OPD), kepolisian, TNI, kejaksaan, pengadilan, imigrasi, serta rumah sakit swasta. ‘’Kami juga berharap seluruh masyarakat mengikuti salat Subuh berjamaah dan menyisipkan doa qunut, meminta supaya Ponorogo dijauhkan dari korona,’’ pungkasnya. (naz/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button