EkonomiMadiun

Lesu Daya Beli Picu Deflasi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun belum bisa move on dari deflasi selama tiga bulan berturut-turut. Terbaru, Badan Pusat Statistika (BPS) Kota Madiun merilis deflasi 0,02 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 103,33 terjadi pada September. Angka itu tak jauh beda dengan catatan Juni dan Agustus.

Deflasi juga terjadi di delapan daerah penghitung inflasi nasional di Jawa Timur. Hanya Kota Kediri yang mengalami inflasi 0,15 persen dengan IHK 104,67. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Probolinggo 0,35 persen dengan IHK 103,46. Terendah di Kabupaten Jember 0,01 persen dengan IHK 104,64.

Kepala BPS Kota Madiun Umar Sjaifuddin menjelaskan deflasi di kota ini terjadi karena penurunan IHK pada dua kelompok pengeluaran. Yakni, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,32 persen; serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,24 persen. Masing-masing andil pada deflasi sebesar 0,019 dan 0,0597. ‘’Ada penurunan pada dua kelompok pengeluaran,’’ paparnya.

Ada lima komoditas penyumbang inflasi. Yakni, bawang putih naik sebesar 12,02 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,0233 persen. Minyak goreng naik sebesar 2,13 persen dengan andil inflasi 0,0218 persen. Jeruk naik sebesar  6,65 persen dengan andil inflasi 0,0211 persen. Daging ayam ras naik sebesar 1,91 persen dengan andil inflasi 0,0202 persen. Sampo naik sebesar 3,15 persen dengan andil inflasi 0,0133 persen. Terjadi pola inflasi yang tidak biasa pada tahun ini. Penyebabnya pandemi Covid-19. Sehingga terjadi penurunan daya beli masyarakat. Secara otomatis menurunkan permintaan pasar tersebab pembatasan aktivitas. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close