Ponorogo

Lelang Lamban, Rebuild Pasar Legi Sulit Dimulai Tahun Ini

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Lambannya lelang megaproyek Pasar Legi disesalkan Bupati Ipong Muchlissoni. Orang nomor satu di Ponorogo itu mengaku kecewa lantaran pemerintah pusat terkesan lamban dalam melelang megaproyek prestisius tersebut. Padahal, berbagai persyaratan sudah dipenuhi pemkab. ‘’Saya kecewa dengan leletnya proses pembangunan Pasar Legi. Sudah berapa kali saya sampaikan soal ini ke DPR,’’ kata Ipong Rabu (11/12).

Saat ini proses lelang megaproyek senilai Rp 165 miliar itu sudah memasuki tahap evaluasi. Tinggal dua rekanan tersisa dari ratusan perusahaan yang berminat. Termasuk perusahaan pelat merah kelas kakap. Sayangnya, tingginya animo rekanan tak didukung manajemen lelang yang baik. ‘’Mungkin karena unit pelaksana yang menyelenggarakan lelang di bawah kementerian ini baru dibentuk,’’ ujarnya.

Perjuangan daerah untuk bisa mendapat anggaran pusat untuk membangun ulang Pasar Legi begitu berat. Kementerian PUPR sempat mempersyaratkan lahan eks Pasar Legi harus rata tanah tahun ini agar bisa segera dibangun. Daerah sudah membongkar sejak Maret. Namun, senyatanya anggaran baru secara resmi di-plotting pusat pada September. ‘’Ini mbulet aja. Sudah dibongkar ternyata tidak dikasih. Uang baru September,’’ tuturnya.

Lantaran baru diplot September lalu, otomatis lelang pun molor. Sayangnya, lelang yang diselenggarakan juga tidak bisa cepat. Berulang kali, tegas Ipong, dia menitipkan pertanyaan mengenai nasib megaproyek Pasar Legi lewat DPR. Termasuk kepada anggota DPR Sri Wahyuni yang asal Bumi Reyog. Misalnya, ketika pihaknya mengikuti rapat kerja dengan Kementerian PUPR. ‘’Kementerian itu tidak tahu kalau yang dituntut di sini adalah bupati. Banyak pertanyaan kenapa kok dibongkar tapi tidak dibangun-bangun. Padahal yang minta bongkar ya pemerintah, instruksinya melalui surat sampai bersih,’’ sebut Ipong.

Jelang pengujung tahun ini, Ipong berharap lelang lekas tuntas. Setidaknya, peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pekerjaan fisik Pasar Legi bisa dilakukan secepatnya. Lantaran banyak warga Bumi Reyog yang berharap dengan pembangunannya. Maklum, Pasar Legi begitu vital bagi kabupaten ini. Namun, ketika ditanya soal optimisme apakah pembangunan bisa dimulai tahun ini, Ipong tak yakin. ‘’Mereka (Kementerian PUPR, Red) optimistis mulai pembangunan tahun ini. Kalau saya tidak,’’ ucapnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close