Madiun

Lek Dahlan Banyak Belajar dari Dodit Mulyanto

Di malam genap koran ini berusia 21 tahun, Dahlan Efendi kembali datang. Bukan sebagai wartawan seperti pernah dilakoninya di masa silam. Musisi yang tenar lewat lagu Los Dol ini menjadi bintang panggung Virtual Party Jawa Pos Radar Madiun.

ASEP SYAEFUL BACHRI, Jawa Pos Radar Madiun

LEK DAHLAN. Itu nama panggungnya. Musisi yang tenar lewat lagu Los Dol itu open mic di hadapan direktur, redaktur, dan wartawan Jawa Pos Radar Madiun. Meski sukses mengocok perut penonton, pria asal Dawu, Paron, Ngawi, itu mengaku sedikit grogi. ‘’Sembilan tahun lalu, saya pernah menjadi wartawan di sini. Setelah kecelakaan akhirnya disuruh istri untuk berhenti,’’ ucapnya mengawali stand-up yang langsung disambut gelak tawa seluruh karyawan.

Lek Dahlan berhasil membangun nostalgia masa lalunya. Jawa Pos Radar Madiun tak sekadar kawah candradimuka. ‘’Saya masih ingat setiap hari dikejar deadline. Juga sering dimarahi Pak Isd (Wawan Isdarwanto, Red). Tapi orangnya baik, saya banyak belajar menulis dari beliau. Kantor ini sudah seperti rumah sendiri,” tuturnya.

Dia juga berterima kasih kepada Direktur Aris Sudanang dan seluruh keluarga besar Jawa Pos Radar Madiun. Karena diliput koran ini saat rilis pertama lagu yang kini diperdengarkan di mana-mana. Lagu yang diciptakannya delapan bulan lalu itu turut dibawakan Denny Cak Nan. Dia pun semakin mantap menjadi musisi. ‘’Hari pertama rilis langsung ditonton 3.000-an viewer. Padahal pengikut saya waktu itu baru 400-an,’’ katanya.

Lek Dahlan juga mengapresiasi Virtual Party Jawa Pos Radar Madiun. Inovasi hari jadi berkonsepkan virtual ini sangat tepat digelar di masa pandemi Covid-19. ‘’Acara seperti ini layak diapresiasi sebagai wadah untuk menyuarakan karya. Dari dulu Radar Madiun memang keren,” tegasnya.

Lek Dahlan mengawali karir seninya sebagai komedian. Namun, tak begitu laku karena banyak yang menganggap dirinya prototipe Dodit Mulyanto. Dia tak menyerah. Justru mengembangkan karirnya sebagai pencipta dan penyanyi lagu. Los Dol bercerita tentang nelangsa suami diselingkuhi istri. Dituliskannya dengan gaya humor satire. Saat perjalanan dari Ngawi ke Madiun. ‘’Saya tidak bisa bikin lagu sedih. Tidak cocok dengan kegantengan saya,’’ seloroh musisi 33 tahun itu.

Di awal rilis, Los Dol langsung mendapat respons bagus. Khususnya korban perselingkuhan dari pasangannya. Orang-orang yang gemar main belakang itu menyimpan kontak selingkuhan dengan nama tidak jelas. ‘’Kata los itu sudah booming duluan. Sedangkan dol saya dapatkan dari istilah lepasnya rantai sepeda. Yoo wes los dol,’’ terangnya.

Saat ini Lek Dahlan tengah menggarap beberapa lagu solonya. Dia optimistis bisa berkarir sebagai musisi dan komika. Dia juga telah bertemu dengan Dodit Mulyanto setelah komika yang mirip dengannya itu menjadi bintang official video Los Dol. ‘’Sama Mas Dodit Mulyanto saya diajari betul bagaimana menjadi komika dan musisi. Kebetulan dia juga berlatar belakang sama,’’ jelasnya.

Di masa pandemi Covid-19, Lek Dahlan juga termasuk golongan seniman terop yang terdampak. Situasi tak bersahabat ini disiasatinya dengan memperkaya konten YouTube dan terus menuliskan karya baru. Viewer-nya pun kian bertambah. ‘’Di tengah kepanikan, orang butuh hiburan,’’ ucapnya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close