features

Lebih Dekat dengan Yoga Gembul, YouTuber Asal Ngawi

Menjadi content creator adalah impian Ari Yoga Wisnu Wardhana. Karenanya, dia menolak tawaran Rp 8 juta dari seseorang yang ingin membeli channel YouTube-nya. Keputusan itu tak pernah disesali.

ERWIN SUGANDA, Jawa Pos Radar Ngawi

SEMANGKA dengan lubang berdiameter tiga sentimeter itu dijejali sebuah petasan. Api memercik disusul suara berdecit tidak lama setelah sumbunya dinyalakan menggunakan flame gun. Buah yang kulitnya berwarna hijau dengan isi merah itu lantas meledak. Hancur berkeping-keping.

Adegan di atas merupakan potongan video berjudul Experiment Nyumet Mercon Disko, Korek XL dan Super Kaget dengan Semangka!!! Sejak diunggah 17 Mei lalu oleh channel YouTube Yoga Gembul, video berdurasi 8 menit 22 detik itu telah ditonton 1,6 juta kali. ‘’Salah satu video yang saya buat di pinggir sungai,’’ kata Ari Yoga Wisnu Wardhana, content creator channel Yoga Gembul yang tinggal di Dusun Sambirobyong, Klitik, Geneng, Ngawi.

Channel Yoga Gembul punya 1,4 juta pengikut sejak dibuat empat tahun silam. Nama akun disesuaikan julukan Ari Yoga Wisnu Wardhana. Konten yang dibuat pemuda 24 tahun itu bukan hanya tentang aktivitas menyalakan petasan, tapi juga menerbangkan layang-layang. Ratusan video telah diunggah. Penontonnya di rentang puluhan ribu hingga juta. ‘’Sebulan bisa upload 15–20 video,’’ ujarnya.

Awalnya, Yoga membuat akun YouTube untuk me-review kuliner dan traveling. Setahun berjalan, jumlah penonton video tersebut stagnan. Yoga yang menyadari kontennya tidak terlalu diminati lantas mencari tema lain. Pilihannya jatuh pada bermain layang-layang. ‘’Saya videokan dan unggah aktivitas main layangan bersama anak-anak di sekitar tempat tinggal saya. Eh, ternyata banyak yang suka,’’ ungkap sulung dari dua bersaudara itu.

Yoga mendapatkan monetisasi dari YouTube pada 2018. Namun, belum setiap bulan mendapatkan uang. Padahal, dalam satu pembuatan video layang-layang keluar modal minimal Rp 30 ribu. Yoga yang gusar dengan labilnya pemasukan itu sempat memutuskan berhenti membuat video.

Bahkan, ada seseorang yang ingin membeli akunnya Rp 8 juta. Kala itu subscriber-nya sudah 10 ribu dengan penonton di kisaran 400–500 ribu per video. ‘’Tapi, saya tolak. Saya mulai lagi bikin video karena bertekad ingin menjadi content creator,’’ tuturnya.

Pada pertengahan 2019, Yoga mendapatkan Silver Play Button dari YouTube sebagai bentuk penghargaan karena berhasil mengumpulkan 100 ribu pengikut. Awal tahun ini, jumlah subscriber-nya tembus satu juta. Golden Play Button atas capaian tersebut akan dikirimkan dalam waktu dekat. ‘’Kemungkinan Agustus,’’ ucap anak pasangan Sukardi dan Tini tersebut.

Eksistensi membuat video sempat terkendala cuaca. Karena hujan, Yoga tidak bisa menerbangkan layangan. Tidak kehabisan akal, dia mengalihkan pada konten menyalakan petasan. Kebetulan momennya bertepatan Ramadan. Bulan yang identik dengan permainan peledak bubuk itu sembari menunggu waktu berbuka puasa. ‘’Ide-ide konten hasil menggali referensi dari YouTuber lain,’’ ungkap Yoga.

Dia enggan membocorkan nominal penghasilan bulanan dari YouTube. Yoga sebatas menyebut bahwa jerih payahnya itu dapat digunakan membeli mobil dan membangun rumah untuk orang tua. ‘’Juga membantu biaya sekolah dan les adik yang masih SMA,’’ tandasnya. *(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button