Opini

Lebaran Cukup Online-an

PUASA Ramadan tahun ini tinggal menghitung hari. Yang artinya, Lebaran juga sebentar lagi. Kalau sesuai kalender, Lebaran tahun ini jatuh pada Kamis mendatang (13/5). Tentu masih menunggu keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama, Rabu nanti. Namun, yang pasti Lebaran tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. Sama seperti tahun lalu. Sudah dua Lebaran kita lewatkan dengan suasana seperti ini.

Kebijakan yang diambil pemerintah pusat juga nyaris sama. Tidak boleh mudik Lebaran. Juga tak ada halalbihalal. Itu sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri. Buka bersama juga hanya diperbolehkan keluarga inti dengan maksimal tambahan lima orang. Tidak ada buka bersama besar-besaran. Namun, ibadah salat Idul Fitri masih saya perbolehkan. Tentu dengan protokol kesehatan ketat. Sama seperti gelaran ibadah salat Tarawih saat Ramadan. Tapi kali ini lebih ketat lagi.

Masjid yang akan menggelar salat Idul Fitri harus melapor dulu. Tim Satgas Covid-19 akan meninjau terlebih dahulu melihat kesiapan panitia dalam penerapan protokol kesehatan. Kalau memang belum dapat memenuhi standar penerapan prokes, mohon maaf salat Idul Fitri belum bisa dilaksanakan di masjid itu. Masyarakat bisa melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing bersama keluarga. Sebaliknya, izin akan diberikan kalau memang panitia dapat memenuhi standar penerapan prokes tadi.

Setelahnya silakan untuk berlebaran bersama keluarga dan tetangga terdekat. Sesuai instruksi Mendagri tadi, tidak diperkenankan acara halalbihalal. Apalagi, digelar secara besar-besaran. Sebagai gantinya, bisa bermaafan secara virtual. Sama seperti tahun lalu, Lebaran cukup online-an. Berbicara soal Lebaran online, saya jadi ingat judul lagu imbauan untuk Lebaran secara virtual karya Polres Madiun Kota. Judulnya sama, Lebaran Cukup Online-an. Saya diberi kesempatan untuk menyanyikan lagu itu bersama Kapolres Madiun Kota dan Dandim 0803 Madiun.

Itu lagunya Denny Caknan yang diubah liriknya. Menurut saya, itu ide yang bagus. Bernada imbauan sekaligus menghibur. Kami memang bukan penyanyi. Jadi harap maklum kalau suaranya juga pas-pasan. Biarpun begitu, saya cukup puas. Semoga bisa mengena di hati masyarakat. Ini memang sudah menjadi kewajiban kami sebagai bagian dari instansi pemerintah di daerah untuk turut menyosialisasikan kebijakan pemerintah daerah. Seperti yang kita ketahui bersama, pemerintah pusat melarang untuk melakukan mudik Lebaran tahun ini.

Bukan apa-apa, semua demi kebaikan kita bersama. Kebaikan akan ancaman Covid-19. Beberapa hari terakhir penularan Covid-19 cukup tinggi. Tak hanya di Kota Madiun. Tapi secara nasional. Beberapa daerah sekitar juga mencatatkan penambahan kasus baru yang tak kalah signifikan. Karenanya, sudah tepat larangan mudik tersebut. Jangan sampai Lebaran malah menambah kasus baru. Apalagi momentumnya Lebaran. Saya ingin Lebaran ini semua tempat isolasi kosong. Semua bisa berlebaran di rumah masing-masing.

Bisa merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan. Tidak ada anggota keluarga yang sakit. Semuanya sehat walau ada anggota yang di luar daerah. Berlebaran jarak jauh secara virtual. Saat ini tengah kami upayakan agar yang masih sakit segera sembuh. Segera dapat meninggalkan tempat isolasi. Mulai penambahan vitamin hingga oksigen. Seperti yang saya bilang, semoga ruang isolasi kita kosong saat Lebaran nanti.

Tetapi usaha itu akan percuma kalau yang sehat tidak disiplin. Kasus baru terus bermunculan. Seperti yang saya khawatirkan, ruang isolasi masih banyak orang saat Lebaran. Karenanya, saya harap masyarakat patuh dan taat. Setidaknya terdapat tiga hal yang dapat dilakukan masyarakat. Menjaga diri sendiri agar tidak tertular, mewaspadai pemudik, dan turut mengerem Covid-19. Itu penting agar upaya dan doa kita bisa terwujud optimal.

Masyarakat memang ingin kembali seperti sediakala. Tetapi kondisinya memang belum memungkinkan. Saya harap semuanya bersabar. Lebaran kali ini masih diselimuti Covid-19. Tetapi bukan berarti tidak bermaaf-maafan. Lebaran kita cukup online-an. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum wa taqabbal yaa kariim. (*)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button