Pacitan

Lebaran Berpotensi Krisis Air Bersih, 28 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan memprediksi krisis air bersih bakal mengganggu sebagian warga yang merayakan Lebaran. Pasalnya, beberapa pekan terakhir intensitas hujan berkurang drastis. ‘’Kami siapkan antisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih,’’ kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pacitan Didik Alih Wibowo Kamis (23/5).

Meski belum ada rilis resmi dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pihaknya memprediksi awal bulan depan kekeringan bakal mulai terasa di Pacitan. Namun, hingga saat ini, pihaknya memastikan seluruh desa zona merah kekeringan belum mengajukan permintaan air bersih. ‘’Kami sudah ada peta (kekeringan), setiap tahun hampir sama,’’ ujarnya.

Dia menambahkan mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD bakal berkoordinasi dengan PDAM setempat untuk proses pengiriman air bersih ke desa terdampak. Sesuai peta, terdapat 28 desa zona merah kekeringan. Pun tahun lalu membengkak hingga 48 desa. Berkaca dari kondisi tersebut, armada truk tangki cukup untuk menyuplai desa yang membutuhkan air bersih. ‘’Kami harapkan Lebaran nanti sumur warga masih dapat digunakan,’’ harapnya.

Selain itu, meski musim kemarau namun tak menutup kemungkinan gunturan terjadi di Pacitan. Terlebih jalur Pacitan-Ponorogo. Pasalnya, di wilayah tersebut kemiringan tebing tepi jalan antarkabupaten itu terlampau curam. Dia khawatir longsoran bakal terjadi seperti saat musim penghujan. ‘’Kebanyakan pemicunya tanah jenuh terlalu banyak menyimpan air dan tak kuat menahan. Namun, bisa saja terjadi pada musim kemarau lantaran faktor lain,’’ jelas Didik sembari menyebut telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk siaga alat berat.

Beberapa relawan, lanjut Didik, rencananya bakal turut membantu mengamankan Pacitan dari tingginya pelancong yang mengisi liburan Lebaran. BPBD menyiapkan 30 personel yang bakal membantu evakausi di segala medan bila didapati ada musibah. Selain beberapa petugas lain yang bekal mobile memantau kondisi kebencanaan. ‘’Termasuk dari relawan seperti RAPI, unsur lain seperti PMI juga akan kami kerahkan,’’ pungkas Didik. (gen/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button