AdvertorialMadiun

Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK) BPJAMSOSTEK MADIUN Bayar Klaim Rp 9,116 Miliar

Madiun, 27 April 2020. BPJAMSOSTEK menyatakan siap memberikan pelayanan terbaik meski di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. Bahkan banyak pihak memprediksi akan terjadi gelombang klaim JHT (Jaminan hari Tua) dalam jumlah tinggi imbas dari tingginya angka PHK dan kebutuhan ekonomi yang mendesak. Kepala Kantor  BPJAMSOSTEK Madiun, Tito Hartono , mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan infrastruktur pelayanan untuk dapat mengakomodir pengajuan klaim JHT di tengah kondisi pandemi dengan menjalani protokol yang telah diatur oleh kantor pusat.

Lapak Asik merupakan singkatan dari Layanan Tanpa Kontak Fisik yang diaktifkan sebagai pedoman protokol layanan klaim JHT di kala kondisi pandemi Covid-19. Melalui protokol Lapak Asik, peserta tidak perlu datang ke kantor cabang, cukup mendaftar via online. Hal ini selain mempermudah peserta, juga berdampak positif pada pemutusan rantai penyebaran virus.

Meskipun kita melayani tanpa kontak fisik Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Madiun Tito Hartono, senin, mengatakan pembayaran klaim sebesar Rp 9.116.105.701 miliar tersebut merupakan angka total untuk klaim Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP) periode pembayaran mulai 23 Maret  2020 sampai dengan 22 April 2020 pas satu bulan selama kami menjalankan Layanan Tanpa Kontak Fisik. Ujar Tito

Menurut dia, sesuai data, klaim untuk JHT mencapai 819 kasus, klaim JKM mencapai 35 kasus, klaim JKK sebanyak 95, dan klaim JP sebanyak 198 kasus, total 1.147 kasus klaim.

Secara rinci, klaim JHT sebanyak 819 kasus tersebut jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp Rp7.797.191.650 . Meliputi wilayah Madiun sebanyak Rp Rp3.884.354.020 (364 kasus), Ponorogo sebanyak Rp1.484.520,400 (136 kasus), Ngawi sebanyak Rp 1.542.590.680 (182 kasus), dan Pacitan sebanyak Rp 885.726.550 (137 kasus).

Klaim JKM sebanyak 35 kasus dengan jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 757.515.791. Meliputi wilayah Madiun sebanyak Rp 270.000.000 (7  kasus), Ngawi sebanyak Rp 216.000.000 (6 kasus), Pacitan sebanyak Rp 271.515.510 (7 kasus) dan Ponorogo nilih kasus.

Sedangkan Klaim JKK sebanyak 95 kasus dengan jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 395.802.750. Meliputi wilayah Madiun sebanyak Rp 373.043.078 (91 kasus), Ponorogo sebanyak Rp 11.681.750 (1 kasus),  Pacitan Rp 11.077.922 (3 kasus), dan Ngawi nihil.

Klaim JP sebanyak 198 kasus dengan jumlah nominal yang dibayarkan mencapai Rp 165.595.650. Meliputi wilayah Madiun sebanyak Rp 135.650.530 (172 kasus), Ponorogo Rp 6.641.180 (4 kasus), Ngawi sebanyak Rp 22.251.700 (19 kasus), dan Pacitan Rp 1.052.100 (3 kasus)

Kepala Bidang Pelayanan BPJAMSOSTEK Madiun Lanzanova mengatakan, tingginya tingkat klaim JHT yang mencapai 819 kasus selama 1 bulan tersebut  karena pandemi Covid-19 ini saat ini, sehingga JHT banyak di cairkan  bagi pekerja “resign” ataupun ter-PHK oleh perusahannya.

Pihaknya menambahkan, dalam rangka mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran COVID-19 “social dan physical distancing”, BPJAMSOSTEK Madiun mulai melakukan penyesuaian jam operasional di seluruh unit kerja dengan memberikan Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK). Ia memastikan, LAPAK ASIK tersebut tidak menghalangi kenyamanan pemberian layanan kepada peserta.

Informasi lebih lanjut terkait pelayanan BPJAMSOSTEK atau terkait Protokol Lapak Asik, peserta dapat menghubungi Layanan Masyarakat 175, atau melalui situs resmi www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan akun resmi BPJAMSOSTEK di Facebook BPJS Ketenagakerjaan atau Twitter @bpjstkinfo atau akun Youtube BPJS Ketenagakerjaan youtube bit.ly/LAPAKASIK.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close