AdvertorialMejayan

Launching Laboratorium Biomolekuler RSUD Caruban

Mampu Proses 26 Tes Swab Setiap Hari

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kekuatan perang Pemkab Madiun melawan Covid-19 meningkat. Setelah laboratorium biomolekuler RSUD Caruban diresmikan Selasa (10/11).

Ruangan khusus pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) itu membuat penanganan korona lebih efektif dan maksimal. ‘’Ketika ditemukan hasil reaktif dari rapid test, secepatnya dites swab. Hasilnya bisa keluar dalam satu hari,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami.

Peresmian ditandai pemotongan tumpeng dan ronce kembang melati di pintu ruangan laboratorium biomolekuler. Kini, pemkab tidak perlu lagi menguji laboratorium sampel lendir hidung atau tenggorokan pasien suspect korona ke luar daerah. ‘’Selain lebih cepat, akurasi PCR ini juga lebih tinggi,’’ klaimnya.

Plt Direktur RSUD Caruban Farid Aminudin menyebut, laboratorium PCR mampu memproses 26 tes swab per harinya. Jumlah itu dua kali dari proses uji laboratorium biasa. Sekali pengujian butuh waktu sekitar tiga jam untuk mengetahui hasilnya.

Tugas tersebut ditangani dua analis yang sudah dilatih khusus. ‘’Dua kali pengujian itu menyesuaikan kemampuan tenaga laboratorium. Jumlah pemeriksaan dimaksimalkan sesuai arahan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Red),’’ ujarnya.

Alat PCR dari pemerintah pusat diterima pemkab Agustus lalu. Butuh waktu tiga bulan operasional karena harus menyiapkan ruang laboratorium. Selain itu, menyediakan peralatan standar seperti magnehelic dan hepa filter.

Pemenuhan kelengkapan bukan sekadar untuk penanganan, melainkan juga demi keamanan dan kenyamanan. ‘’Laboratorium PCR RSUD Caruban termasuk cepat. Daerah lain belum jadi. Ini bentuk perhatian Pak Bupati (Ahmad Dawami),’’ tuturnya. (den/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button