Madiun

Larangan Belajar Tatap Muka Tingkat Kecamatan Jadi Desa

”Perjudian” Persempit Zona Merah

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Bupati Madiun Ahmad Dawami ”berjudi” dengan mempersempit cakupan zona merah Covid-19 dalam uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) jenjang SMA/SMK. Larangan penyelenggaraannya bukan lagi zona risiko tinggi di kecamatan, melainkan desa.

Sebagaimana yang ditentukan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun. ‘’Keputusan ini sudah dengan berbagai pertimbangan,’’ kata Kaji Mbing, sapaan akrab bupati, Selasa (13/10).

Diketahui, cabdindik membuat peraturan bahwa lembaga pendidikan di kecamatan berzona merah haram menggelar PTM. Sehingga, sekolah yang ditunjuk harus rajin mengecek update peta epidemiologi dinas kesehatan (dinkes). Ketika wilayahnya berubah merah, maka PTM harus dihentikan.

Belakangan ketentuan itu diabaikan sejumlah lembaga pendidikan. Ketidakpatuhan itu menjadi atensi cabdindik. Bupati menengahi permasalahan dengan memanggil seluruh kepala SMA/SMK dan cabdindik ke Pendapa Muda Graha kemarin. Hingga akhirnya diperoleh kesepakatan penerapan batasan zona merah di tingkat desa.

Kaji Mbing menerangkan, satu warga positif korona bisa mengubah zona kecamatan menjadi merah. Karenanya, dia ingin cakupan pelaksana PTM pada tingkat desa. Ketika ada warga positif, peserta didik dari desa itu dilarang bersekolah. ‘’Termasuk tenaga pendidiknya. Kalau dari desa zona merah, jangan mengajar dulu,’’ pintanya.

Pihak sekolah diwanti-wanti menaati ketentuan baru tersebut. Wajib hukumnya untuk update persebaran korona setiap hari. Siswa yang tinggal di desa dengan kasus korona harus dipantau.

Alasan bupati mempersempit lingkup zona merah karena menaruh harapan pada lembaga pendidikan. Yakni, punya andil memerangi pandemi. Caranya, lewat pendekatan pendidikan karakter. Siswa mampu menularkan disiplin protokol kesehatan kepada orang terdekatnya. Minimal orang tua dan lingkungan tempat tinggal. ‘’Izin ini bukan tanpa syarat. Sekolah harus berkomitmen. Buktikan pendidikan bisa membantu memerangi Covid-19,’’ tuturnya.

Disinggung langkahnya seolah perjudian, Kaji Mbing tidak memungkiri. Dia menyadari izinnya bisa menjadi blunder. Sebab, pelaksanaan uji coba PTM menimbulkan kerumunan meski protokol kesehatan diperkuat. ‘’Sudah disiapkan antisipasi. Saya tekankan kepada camat, satpol PP, dinkes, dan lainnya untuk selalu berkoordinasi terkait PTM,’’ ujarnya.

Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Madiun Supardi tidak mempermasalahkan perubahan skala pembatasan zona merah. Dia berharap langkah itu berdampak baik sesuai yang diharapkan pemkab. ‘’Sekolah akan kami tekankan menanamkan pendidikan karakter terkait pandemi Covid-19 kepada siswa,’’ ucapnya.

Di luar itu, Supardi berterima kasih atas izin PTM yang dikeluarkan pemkab. Sebab, dari tiga wilayah kerja, hanya Kabupaten Madiun yang merestui. ‘’Semua sekolah mengajukan permohonan PTM, tapi hanya beberapa yang diterima karena ada ketentuan kesiapan sarana-prasarana,’’ tandasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close