Magetan

Larang Warga Beraktivitas di Sungai Saat Musim Hujan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kondisi aliran air Kali Gandong yang tenang ternyata bisa menghanyutkan. Sejumlah santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadin, Tegalarum, sudah merasakannya. Bahkan, seorang di antara mereka meninggal terseret arus sungai yang tiba-tiba berubah menjadi deras pada Sabtu lalu (15/2).

Adalah santri asal Tegal bernama Muhammad Syahrur Rohman yang menjadi korban ketenangan arus Kali Gandong sebelum ditemukan kemarin oleh tim SAR gabungan.

Komandan Tim Pencarian Laka Air Basarnas Pos SAR Trenggalek Andris Dwi Prasetyo mengungkapkan, sifat arus Kali Gandong bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, pihaknya mewanti-wanti masyarakat agar sementara tidak beraktivitas di sepanjang sungai. Terutama ketika hujan turun. Dengan harapan, kejadian yang menimpa Syahrur tidak terulang kembali. ‘’Jangan melakukan aktivitas apa pun di aliran sungai saat musim hujan,’’ tegas Andris.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Magetan untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi kepada warga yang bermukim di sepanjang sungai. Begitu pula di kawasan objek wisata air. Andris meminta petugas pengamanan yang ada untuk meningkatkan pengawasan kepada pengunjung.

Di sisi lain, sarpras berupa perahu karet yang dimiliki BPBD Magetan untuk penanganan kecelakaan di air masih belum maksimal. Karena kapal mereka masih belum didukung dengan mesin berkecepatan tinggi. ‘’Kami akui masih perlu di-upgrade lagi untuk mesinnya,’’ ujar Kepala Pelaksana BPBD Magetan Ari Budi Santosa. ‘’Kalau korban sudah meninggal dunia mungkin masih bisa, kalau yang masih bernyawa kan butuh kecepatan,’’ tuturnya.

Semua perahu karet itu sekarang ditempatkan di Telaga Sarangan. Dengan begitu, kapal bisa siap digunakan ketika terdapat kasus laka air. ‘’Kebetulan di Sarangan sudah ada lifeguard dari disparbud,’’ kata Ari.

Dia tak menampik Telaga Sarangan memang rawan laka air. Sebab, sebagian pengunjung yang naik boat tidak mengenakan pelampung. Padahal, tahun lalu sempat ada korban tenggelam di telaga tersebut. ‘’Jadi, memang perlu disiagakan perahu untuk penyelamatan di situ,’’ ucapnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close