Madiun

Lapak Dibatasi, Pedagang Berebut Lokasi di Sunday Market

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengunjung Sunday Market di pekan ketiga Minggu (21/6) melonjak signifikan. Kondisi ini sedikit banyak menyulitkan pedagang untuk tetap menjaga jarak aman. Beberapa tempat tetap diberi tanda silang sehingga tidak boleh ditempati. Itu membuat sebagian pedagang tergusur dari tempat asalnya berjualan. Beberapa sampai memperebutkan tempat berdagang. ‘’Karena tempat saya sudah ditempati, akhinya saya disuruh mencari tempat yang masih kosong yang tidak ada tanda silangnya. Pedagang yang semula menempati tempat yang disilang itu masih bingung mau menempati lokasi yang mana,” kata Astuti, 48, salah seorang pedagang.

Pedagang lainnya, Budi Setyono, 53, memastikan hingga kini masih tetap konsisten mematuhi protokol kesehatan. Setiap pedagang harus menempati titik yang disediakan demi mengantisipasi antrean pembeli. ”Minggu ketiga ini lebih ramai. Kami harus menempati lokasi yang sudah disediakan agar tertata rapi,” ujarnya.

Di sisi lain, satu-dua kendaraan roda empat terpantau masuk dari pintu selatan. Membuat kawasan Sunday Market kian macet. Bahkan, pejalan dan pesepeda sampai menepi saat mobil itu melintas dari arah berlawanan. ”Sebenarnya sudah ada tempat parkir khusus bagi mobil. Tapi, hari ini (kemarin, Red) penuh sehingga saat ambil barang harus mondar-mandir,” timpal Astuti.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono menyebut, keluar-masuk mobil di area Sunday Market hanya diperbolehkan maksimal pukul 06.00. Itu pun hanya berlaku bagi para pedagang saat hendak melapak. Setelah itu tak diperbolehkan kecuali saat Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun itu benar-benar lengang. ”Selewat pukul 06.00, diupayakan tak ada mobil masuk. Walaupun ada beberapa yang tetap naik mobil saat pengunjung masih ramai,” tuturnya.

Gaguk tak memungkiri di pekan ketiga kemarin para pedagang berebut lokasi. Karena memang sampai kini lapak antar pedagang diberi jarak aman. Demi physical distancing, pemkot tetap membatasi jumlah pedagang. ”Dulu di area sirkuit itu bisa dihuni 350 pedagang. Tapi sekarang hanya cukup 200 pedagang. Jadi, pedagang harus menyesuaikan diri,” terangnya.

Petugas dari dinas perdagangan tetap memfasilitasi dengan menunjukkan tempat mana saja yang diperbolehkan dan tidak. Gaguk terus memantau perkembangan Covid-19. Meski pemprov telah menyatakan Kota Madiun menjadi zona hijau. ”Kita tidak boleh terlena, tetap harus waspada,” tegasnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close