Ponorogo

Lantai Dua Graha Krida Praja Sering Bergetar

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kekuatan bangunan Gedung Graha Krida Praja belum teruji. Dinas pekerjaan umum, perumahan, dan kawasan permukiman (DPUPKP) menyebut gedung berlantai delapan itu belum melalui uji kelayakan sampai sekarang. Apalagi belakangan muncul sejumlah persoalan. ‘’Selama ini belum kami lakukan,’’ kata Kabid Penataan Ruang DPUPKP Juli Wibowo.

Gedung Graha Krida Praja berdiri sejak 2002 lalu. Berlokasi di kompleks perkantoran pemkab. Di dalamnya, berkantor sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Sekda Agus Pramono juga berkantor di gedung tersebut. Belakangan, Juli menerima laporan bahwa lantai dua kadang terasa bergetar ketika ada orang berjalan. Namun, Juli sulit membuktikan. ‘’Kalau persoalannya pada struktur, itu yang bahaya. Kalau partisi, tidak terlalu mendesak. Tapi harus ditangani,’’ ujarnya.

Building assessment atau uji kelayakan merupakan bagian tak terpisahkan dari pemeliharaan sebuah bangunan. Termasuk gedung. Apalagi, gedung tersebut digunakan setiap hari. ‘’Pemeliharaan perlu dilakukan setiap tahun. Bahkan dari yang terkecil seperti cat. Tapi, sebelum itu harus melalui asesmen untuk bisa mengetahui kondisi sebenarnya bagaimana,’’ tutur Juli.

Asesmen, kata dia, mendesak dilakukan. Tanpa melakukan itu, tidak akan diketahui mana bagian gedung yang saat ini memerlukan perhatian. Apakah persoalannya di partisi atau justru pada struktur bangunan. Juli meyakini biaya asesmen tidak mahal. ‘’Hanya perlu mendatangkan konsultan untuk menguji. Untuk hasil yang lebih detail dan akurat, beberapa sampel material dari gedung juga diuji lab. Setelah itu dipikirkan penanganan pasca-asesmen,’’ paparnya.

Juli melihat Graha Krida Praja sebagai sebuah gedung perkantoran yang sibuk. Di dalamnya, setiap hari ada aktivitas dari pagi hingga sore. Penggunaan gedung di tiap lantai pun pasti berbeda. Mana yang kekuatan strukturnya sudah melemah, mana yang masih kuat. ‘’Namanya bangunan, setiap tahun pasti mengalami pengurangan kekuatan,’’ ujarnya.

Juli menyarankan agar OPD di lantai atas tidak menyimpan dokumen mati. Artinya, tidak menumpuk dokumen terlampau banyak di kantornya. Itu boleh dilakukan jika OPD terkait berkantor di lantai bawah. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close