Madiun

Lansia Positif Korona Meninggal Dunia

88 Kasus, Sembuh Dua, Tambah Empat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pasien nomor 67 meninggal dunia. Laki-laki berinisial S usia 75 tahun itu tutup usia Rabu (2/9). Pasien asal Oro-oro Ombo, Kartoharjo, itu sempat menjalani perawatan sembilan hari di RSUD dr Soedono Madiun. Almarhum lanjut usia (lansia) itu dikebumikan di Makam Joyo oleh petugas kesehatan dengan protokol kesehatan ketat. ‘’Total tiga pasien meninggal dunia,’’ kata Kabid Pengelolaan TIK Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah.

Kemarin pemkot mengumumkan dua pasien sembuh dan empat kasus baru. Sehingga total kesembuhan mencapai 58 pasien. Kesembuhan itu dialami pasien nomor 61 berinisial DP, laki-laki usia 50 tahun asal Demangan, Taman. Dia sembuh setelah dirawat 12 hari di rumah sakit Kabupaten Madiun. DP terlacak kontak erat dengan pasien nomor 39 dan 43. ‘’Rumahnya pun berdekatan dengan pasien nomor 28,’’ ujarnya.

Kesembuhan lainnya dialami pasien nomor 75 berinisial DHP, usia 24 tahun asal Tawangrejo, Kartoharjo. DHP tercatat sebagai pasien dengan masa perawatan tercepat. Hanya tiga hari sejak terkonfirmasi 30 Agustus. DHP terlacak kontak erat dengan pasien nomor 70, teman sekantornya. ‘’Yang sembuh ini termasuk konfirmasi asimtomatik karena tanpa gejala dan keluhan. Tiga hari isolasi mandiri,’’ terangnya.

Adapun penambahan empat kasus baru yakni nomor 85-88. Pasien nomor 85 berinisial YKW, laki-laki 46 tahun asal Mojorejo, Taman. Awal bulan ini mengeluh demam berbarengan adanya kasus konfirmasi di tempat kerjanya. Saat mengikuti rapid test antibody hasilnya nonreaktif. Namun, demam tak kunjung reda. Akhirnya YKW periksa ke salah satu rumah sakit swasta. Saat itu kembali menjalani tes cepat dan hasilnya tetap nonreaktif, namun rawat inap. Setelah menjalani perawatan, justru gejala batuk bertambah disertai sesak napas. Saat periksa ke dokter spesialis, disarakan foto toraks. Dari sana diketahui mengidap pneumonia. ‘’Dari klinik di tempat kerjanya, YKW dirujuk ke RS di Kabupaten Madiun. Hasil swab test menunjukkan terkonfirmasi positif Covid-19,’’ urai Aflah.

Pasien nomor 86 berinisial FPS, laki-laki 28 tahun asal Sidoarjo, berdomisili di Kelurahan Madiun Lor, Manguharjo. FPS bekerja di salah satu perusahaan di Kota Madiun dan pulang ke Sidoarjo setiap pekannya. Menjalani rapid test antibody masal setelah adanya kasus konfirmasi di perusahaannya. Tes cepat pertama nonreaktif, seminggu kemudian diulang hasilnya reaktif. Selanjutnya swab test dan terkonfirmasi positif. ‘’FPS isolasi mandiri. Seluruh orang yang kontak erat baik di kota ini maupun Sidoarjo telah menjalani swab test dan hasilnya negatif,’’ sambungnya.

Pasien nomor 87 berinisial IP, laki-laki 51 tahun asal Manisrejo, Taman. IP rapid test setelah ada kasus konfirmasi di tempatnya bekerja. Dua kali rapid test antibody hasilnya reaktif dan hasil swab test terkonfirmasi. ‘’Isolasi mandiri di rumah dengan protokol kesehatan ketat,’’ ujarnya.

Pasien nomor 88 berinisial IS, laki-laki usia 51 tahun asal Kelurahan Rejomulyo, Kartoharjo. Merupakan kasus probable dan mengeluh sesak napas akhir bulan lalu. Hasil rapid test antibody di rumah sakit reaktif. ‘’Selang beberapa hari dilakukan swab test, hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close