Madiun

Lansia Asal Karangrejo, Wungu, Dicoret dari Daftar Penerima BPNT

Dua Bulan Warsini Bergantung Belas Kasihan Tetangga

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sengkarut penyaluran bantuan pangan nontunai (BPNT) membuat Warsini, 75, merana. Warga lanjut usia (lansia) asal Karangrejo, Wungu, itu harus bertahan dengan bantuan para tetangga lantaran dua bulan ini dicoret dari daftar penerima BPNT. Padahal, selama pandemi, penghasilan Warsini sangatlah minim. ‘’Saya tahu tetangga dapat, tapi kenapa saya dilewati,’’ ujarnya Senin (1/2).

Sehari-hari Warsini bekerja sebagai tukang pijat. Jasanya sepi peminat selama pandemi Covid-19. Terdaftar sebagai penerima BPNT sempat meringankan beban hidup Warsini. Hingga mulai Desember lalu dia tak lagi menerima bantuan berupa sembako itu. ‘’Saya berterima kasih kalau ada warga membantu. Kalau tidak, ya harus betah menahan lapar,’’ tuturnya.

Lasemi, tetangga Warsini, menceritakan nasib miris tetangganya itu. Dia mengira jadwal penerimaan BPNT Warsini berbeda dengan yang lain. Ditunggu hingga kini, Warsini ternyata tak kunjung menerima bantuan. Dinas sosial (dinsos) juga tak pernah hadir. ‘’Selama ini warga bergantian membantu,’’ terangnya.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Agung Budiarto membenarkan dicoretnya Warsini dari daftar penerima BPNT. Namun, dia tidak tahu alasannya. Pasalnya, program itu wewenang pusat. Nama Warsini sudah diusulkan masuk daftar penerima BPNT Februari ini. Jika gagal, dinsos berencana memasukkan Warsini ke daftar penerima bantuan sosial tunai (BST). Nominal bantuan Rp 500 ribu per bulan. ‘’Kami upayakan agar tetap bisa menerima haknya,’’ kata Agung. (mg8/c1/naz)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button