PacitanPolitik

Langkah Politik Gagarin Dipertanyakan

Terima Pinangan Demokrat karena Keputusan DPP

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Manuver politik yang dilakukan Gagarin dengan menerima pinangan Demokrat menuai kekecewaan sejumlah masyarakat. Langkah itu tak seharusnya terjadi bila Gagarin komitmen dengan pencalonannya sebagai bakal calon bupati (bacabup). ‘’Seharusnya antara Gagarin dengan Indrata Nur Bayuaji saling bertanding. Tapi, yang terjadi justru sebaliknya. Hal ini memang harus diluruskan,’’ kata Wakil Bidang Komunikasi Media Penggalangan Opini Kerja Sama dan Humas DPD Partai Golkar Pacitan Hadi Suwarno Senin (7/9).

Dijelaskannya bahwa keputusan itu tidak sepenuhnya berasal dari Gagarin. Namun, karena ada pengaruh kebijakan dari dewan pimpinan pusat (DPP). ‘’Keputusan DPP harus dilaksanakan kalau keduanya dipilih sebagai bacabup dan bacawabup,’’ ujarnya.

Bahkan, dalam surat rekomendasi yang diterima oleh DPD disebutkan bahwa Indrata Nur Bayuaji dan Gagarin memang dipasangkan sebagai bacabup-bacawabup. Selain itu, hubungan politik antara Golkar dan Demokrat sudah terjalin sejak AHY dan Airlangga Hartarto bertemu beberapa bulan lalu sebelum tahapan pilkada kembali berjalan.

Karena itu, dia memastikan koalisi Demokrat-Golkar solid. Sehingga, sulit digoyang dengan kepentingan apa pun. Termasuk isu perihal kudeta di pilkada serentak 2024 mendatang. ‘’Mari berpikir positif dalam menyikapi hal ini. Masyarakat butuh ketenangan dan tahu dalam menentukan titik pilihannya paslon,‘’ ujar Hadi. (mg2/c1/her)

26 Dokter Periksa Kesehatan Paslon

DUA pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Pacitan mulai menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di RSAL dr Ramelan, Surabaya, Senin (7/9). Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur, sebanyak 26 dokter spesialis dikerahkan untuk mengecek kondisi jasmani dan rohani Indrata Nur Bayuaji-Gagarin serta Yudi Sumbogo-Isyah Anshori.

Tes kesehatan paslon itu mencakup pemeriksaan mata, kejiwaan, narkoba, jantung, penyakit dalam, neurologi, saraf, dan lain-lain. ‘’Tadi (kemarin, Red) menjalani tes psikologi,’’ kata Ketua KPU Pacitan Sulis Styorini.

Hasil pemeriksaan kesehatan kedua paslon bisa diketahui paling cepat pekan depan. Bila nanti ada salah satu calon yang dinyatakan gagal lolos tes kesehatan, pencalonannya bisa dibatalkan. ‘’Tes kesehatan menjadi bagian pemenuhan persyaratan untuk pencalonan pilkada,’’ ujarnya.

Rini menyebut pemeriksaan kesehatan berlangsung tertutup. Bahkan, pihaknya tidak bisa mendokumentasikan pemeriksaan psikologi yang berlangsung kemarin. ‘’Berbeda dengan Pilkada 2015 lalu. Semua dokumentasi gambar dilakukan oleh pihak rumah sakit,’’ terangnya.

Sementara itu, bacabup Yudi Sumbogo optimistis lolos tes kesehatan. Apalagi, selama ini dia rutin melakukan general checkup di RSUD dr Darsono setiap enam bulan sekali. ‘’Semoga saja lolos,’’ ujarnya saat dihubungi via telepon kemarin. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close