Pacitan

Langka Air Bersih, Warga Rela Antre Mulai Pukul 02.00 Dini Hari

PACITAN – Surti menggendong jeriken isi 25 liter air di punggungnya sembari menyusuri jalan setapak menuju rumahnya. Pun dua ember berisi air ditententeng kedua tangannya. Sesekali tumpah saat melewati lereng bukit. Krisis air bersih memaksa warga Dusun Gebang, Plumbungan, Pacitan, itu harus bolak-balik menyusuri jalan dusun untuk mengambil air di sumur umum. Jaraknya hampir satu kiloemter dari rumahnya. ‘’Sulit air sudah sejak sebelum puasa lalu,’’ katanya.

Setiap musim kemarau ratusan warga Gebang harus menghadapi krisis air bersih. Sumur mereka mengering setelah melewati beberapa pekan tanpa guyuran hujan. Satu-satunya sumber air yang ada adalah sumur umum di lereng bukit itu. Di sini air kerap bertahan walau tanpa hujan. ‘’Kalau beli mahal. Uangnya bisa buat kebutuhan lain,’’ ujarnya.

Meski jadi andalan warga, debit air di sumur umum tersebut tak begitu besar. Malah dari dua mata air, hanya satu yang masih bertahan. Alhasil ratusan warga harus bergantian menimba air di bak 2×3 meter itu. Untuk antre mereka rela bangun pukul 02.00 dini hari. ‘’Karena harus gantian. Kalau bersamaan airnya gak cukup,’’ ungkapnya.

Widayati, warga lainnya, menyebut sumur umum itu juga jadi andalan warga dusun tetangga. Total sekitar 25 kepala keluarga (KK) yang memanfaatkan sumur tersebut. Sebab, saluran PDAM tak menjangkau tempat tinggal mereka. Pun rata-rata berpenghasilan menengah ke bawah. Sehingga, sebagaian besar warga kesulitan jika harus membeli air isi ulang. ‘’Tahun lalu beberapa kali dapat bantuan air bersih tapi tetap saja tak cukup,’’ paparnya.

Warga setempat kawathir panjangnya musim kemarau kali ini bakal memperburuk kondisi. Pasalnya, sumber air mulai mengecil dari tahun lalu. Selain untuk memenuhi kebutuan konsumsi, sumber tersebut juga untuk keperluan mencuci dan mandi. ‘’Karena gak ada sumber air lainnya,’’ sebutnya. (gen/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button