Madiun

Lampu PJU di Balerejo Berbulan-bulan Mati, Jalan Gelap, Truk Ditabrak

Minim Penerangan di Jalur Rawan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Jalan Raya Madiun–Surabaya masuk Desa/Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, gulita saat malam. Lampu penerangan jalan umum (PJU) di ruas itu tidak berfungsi. Warga setempat berharap lampu model solar cell itu segera diperbaiki oleh pemerintah. ‘’Sudah berbulan-bulan mati,’’ kata Saikem, 53, warga setempat, Selasa (23/6).

Rumah Saikem berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Km 157-158 Senin malam (22/6). Insiden yang menewaskan satu orang itu melibatkan sepeda motor dengan truk. Menurut Saikem, laka lantas sering terjadi di ruas itu. Baik yang ditangani aparat kepolisian maupun tidak. ‘’Gelap karena lampu mati. Apalagi kiri dan kanan jalan adalah area persawahan,’’ terangnya.

Budi Prasetyo, 37, sopir truk, menyebut minimnya penerangan jalan akan sangat membahayakan. Bukan hanya mengancam keselamatan berlalu lintas, melainkan juga terjadinya tindak kriminalitas. ‘’Jalan ini termasuk jalur cepat. Lebih aman kalau ada lampu penerangan,’’ ujar warga Desa Nampu, Gemarang, itu.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun Aksien Muharom membenarkan PJU di wilayah Balerejo tak berfungsi. Namun, wewenang penanganannya ada di Pemprov Jawa Timur. ‘’Dari Wilangan sampai Dumpil itu wewenang Dishub Jatim. Wewenang pemkab hanya beberapa titik, seperti di depan Puskesmas Balerejo,’’ terangnya.

Pihaknya segera berkoordinasi dengan pemprov. Membahas kemungkinan pelimpahan tiang PJU-nya untuk dikelola daerah. Menurut dia, PJU model solar cell tidak maksimal. Lampu bertenaga surya itu sudah tidak berfungsi setelah enam sampai delapan bulan pemasangan. ‘’Rencananya akan diganti lampu listrik,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

 

GELAPNYA Jalan Raya Madiun–Surabaya menimbulkan korban nyawa. Dwi Agustina, 25, warga Kelurahan Manisrejo, Taman, Kota Madiun, tewas di Km 157-158 masuk Desa/Kecamatan Balerejo, jalan nasional tersebut.

Motor Honda Vario nopol AE 4523 BW yang dikendarainya menabrak truk Toyota Dyna Rino AE 8508 UB yang disopiri Sumarto Paiman, 58, warga Desa Kertosari, Geger. Truk dalam posisi berhenti untuk mengganti ban. Kejadiannya Senin malam (22/6).

Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Ipda Johan Ariadi menduga laka lantas itu disebabkan dua hal. Yakni, kurangnya lampu penerangan di tempat kejadian perkara. Juga faktor pengemudi truk yang lalai karena tidak memberi rambu isyarat. ‘’Dua kendaraan yang terlibat laka diamankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut,’’ ujarnya.

Laka lantas bermula saat Dwi melajukan motornya dari arah timur. Belakangan, dia tidak menyadari bila di depannya ada truk berhenti. Akibatnya, motor menghantam bagian belakang kendaraan itu. ‘’Motor sampai masuk ke kolong truk bagian belakang,‘’ sebutnya.

Johan menambahkan, korban diketahui masih bernapas di TKP. Namun, nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan menuju rumah sakit. ‘’Kalau kondisi jalannya baik dan markah putus-putus,’’ sebutnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close