Ngawi

Lahan Pertambangan Aktif di Ngawi Sisa 106,14 Hektare

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Aktivitas pertambangan di Ngawi meredup. Dari 32 titik yang mengantongi surat izin usaha pertambangan operasi produksi (SIUP OP), kini hanya sembilan yang aktif.

Kondisi itu kemudian berdampak pada lahan eksplorasi. Saat ini lahan tersebut susut tinggal 106,14 hektare dari sebelumnya 300,49 hektare. ‘’Nonaktif karena izinnya berakhir dan komoditas yang ditambang sudah habis,’’ kata Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Ngawi Aries Dewanto, Rabu (8/9).

Sembilan lokasi pertambangan yang masih aktif itu tersebar di sejumlah kecamatan. Mulai dari Widodaren, Kendal, Ngawi, hingga Kasreman. Menurut Aries, meredupnya denyut pertambangan di Ngawi turut disebabkan oleh permintaan pasar terhadap hasil tambang kategori galian C yang juga menurun. ‘’Komoditas dari pertambangan yang masih aktif tinggal pasir batu, andesit, dan batu gamping,’’ bebernya. (sae/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button