features

Lagu Karya Tito Sukarno Affandi Moncer di Madiun Kreatif Fest

Masih ingat dengan Tito Sukarno Affandi? Pemuda 25 tahun itu berhasil memenangi lomba cipta lagu Madiun Kreatif Fest yang digelar Disbudparpora Kota Madiun. Bagaimana perjalanan proses kreatifnya?

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

WAJAH Tito Sukarno Affandi malam itu tampak tegang. Jarum jam seakan tak bergerak saat pemuda itu menunggu datangnya pukul 20.00. Begitu lama rasanya. Affandi semakin berdebar saat membuka pengumuman pemenang kompetisi cipta lagu Madiun Kreatif Fest yang digelar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun yang diikutinya.

Mengetahui namanya tercatat sebagai juara, Affandi tak lantas percaya begitu saja. Setelah memastikan berkali-kali, dia lalu sujud syukur. Saking senangnya, malam itu Affandi lari keliling kampung. ”Senang, terharu, bersyukur sekali,” katanya. Tak berselang lama dinyatakan juara pertama, media sosialnya langsung banjir ucapan selamat.

Affandi mengetahui kompetisi tersebut dari poster pemberian rekannya. Namun, kala itu belum tertarik ikut karena jadwal kerjanya padat. Barulah saat kerabatnya memberi tahu hal yang sama, dia berniat mendaftar. ”Kok sampai ada dua orang yang mengingatkan, akhirnya ikut,” ujarnya.

Tiba saatnya lomba, kondisi tubuh Affandi sedang tidak fit. Ditambah mendapat urutan tampil terakhir. Pun, hanya berbekal gitar. Itulah yang membuatnya pesimistis bisa menang. ”Apalagi, peserta yang lain bagus-bagus,” imbuhnya.

Lagu karya warga Jalan Merpati, Gang Ayam Alas, Nambangan Lor, Manguharjo, itu berisi kebanggaan pada Kota Madiun, daerah kelahirannya. Awalnya Affandi berniat membuat lagu dengan genre ala hiphop Jogjakarta. Namun, belakangan diurungkan lantaran merasa basic-nya akustik melow. ‘’Waktu direkam, hasilnya kurang memuaskan. Banyak revisi, terutama pada lirik,’’ ungkapnya.

Pemuda 25 tahun itu kemudian keliling Kota Madiun untuk mencari ide membuat lirik. Nah, saat menelusuri Nglames hingga Te’an dia menemukan lirik yang terinspirasi keberadaan pabrik gula dan PT Inka. Pun, dia memberanikan diri mengirim direct message (DM) ke Wakil Wali Kota (Wawali) Inda Raya AMS menanyakan seputar slogan Kota Madiun. ”Biar tidak keliru. Senang sekali, DM saya dibalas Bu Wawali,” kenangnya.

Sejauh ini Affandi telah menghasilkan 37 lagu dan tiga album. Dia mulai menulis lagi sejak kelas IV SD. Hanya, kala itu belum berani mem-publish-nya. Hobi tersebut berlanjut saat Affandi berstatus pelajar SMP. Namun, rekaman di studio baru terealisasi saat duduk di bangku SMK.

Hasil rekaman pertamanya berjudul Kurindu Kamu Sayang ternyata disukai banyak orang. Affandi pun semakin bersemangat menciptakan lagu hingga akhirnya lahir puluhan karya berikutnya. Temanya beragam, mulai cinta hingga kritik sosial. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button