Ponorogo

Lagi, Ponorogo Dapat Dua Kasus Impor Korona Dari Surabaya

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kasus penularan Covid-19 di Ponorogo belum mereda. Kamis (2/7), pemkab mengumumkan ada dua tambahan kasus baru. Keduanya termasuk importerd case dari Surabaya.

Bupati Ipong Muchlissoni mengatakan seorang pasien di antaranya telah meninggal dunia tadi pagi setelah sempat dirawat tiga hari di RSUD dr Harjono. Dia berasal dari Desa Joresan, Kecamatan Mlarak. Pasien diketahui bekerja di Surabaya. Kemudian pulang ke Ponorogo pada 26 Juni lalu dalam keadaan demam. Yang bersangkutan sempat berobat ke dokter serta dilakukan tes cepat dan hasilnya reaktif. “Di rumah sakit, pasien didiagnosa pneumonia (bilateral). Kemudian dilakukan swab dua kali dan baru sore hari ini hasilnya keluar dinyatakan positif Covid-19,” terangnya.

Dari hasil tracing yang dilakukan oleh pihak dinas kesehatan (dinkes) didapati pasien berkontak erat dengan tiga orang. Selanjutnya ketiganya bakal dilakukan swab test untuk mengetahui gejala Covid-19. “Kontak erat pasien ini tiga orang, besok akan diambil swab,” kata Ipong.

Sementara satu pasien positif lainnya adalah perempuan 22 tahun asal Desa Binade, Kecamatan Ngrayun. Yang bersangkutan pulang dari Surabaya pada 1 Juli lalu. Sebelumnya pasien sudah menjalani rapid test di tempatnya bekerja. Hasilnya dinyatakan reaktif. Setelah di-swab hasilnya positif. “Pasien pulang naik bus umum. Sesampainya di terminal (Seloaji) langsung dijemput dan dibawa ke RSU Darmayu,” terang Ipong. (naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close