NgawiPeristiwa

Lagi, Petani Tewas Kesetrum Jebakan Tikus di Sawah

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Jebakan tikus beraliran listrik di sawah terus memakan tumbal. Sabtu malam (11/1) giliran Sungkono, 45, warga Dusun Punukan, Desa Baderan, Geneng, yang meregang nyawa.

Insiden maut itu berawal saat Sungkono tiba di sawah miliknya hendak memasang jebakan tikus beraliran listrik. Tidak lama berselang, Mahmud –anak korban- datang berniat membantu. Namun, Sungkono menolak. Mahmud pun balik kanan pulang ke rumah.

Namun, baru beberapa meter berjalan Mahmud mendengar teriakan ayahnya. Seketika pemuda itu menghampiri korban dan mendapati Sungkono tersungkur di pematang sawah dengan siku menempel pada jebakan tikus. ‘’Korban diduga terpeleset,’’ kata Kepala Dusun Punukan Jumadi.

Mahmud spontan berteriak minta tolong. Petani lain yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) lantas mematikan genset untuk memutus aliran listrik. Kemudian membawa korban ke Puskemas Geneng. Sayang, sampai di lokasi nyawa Sungkono tidak tertolong. ‘’Waktu dibawa dari sawah masih bernapas,’’ ujarnya.

Jumadi menyebut, warga dusunnya banyak yang memasang jebakan tikus beraliran listrik. Itu dilakukan untuk memberantas binatang pengerat yang belakangan merajalela menyerang tanaman padi. Meski imbauan larangan sudah kerap disosialisasikan, mereka tetap nekat memasang. ‘’Dianggap cara yang paling efektif,’’ tuturnya.

Kapolsek Geneng AKP Dhanang Prasmoko mengatakan, korban tewas murni akibat tersengat listrik jebakan tikus setelah terpeleset dari pematang sawah. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. ‘’Di siku korban terdapat bekas sengatan aliran listrik,’’ ungkapnya.

Dhanang menuturkan, dari TKP petugas mengamankan kawat sepanjang dua meter dan genset milik korban sebagai barang bukti. ‘’Pihak keluarga menerima ini sebagai musibah dan jenazah korban langsung dimakamkan,’’ pungkasnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close