Ponorogo

Lagi, Enam Santri Gontor 2 Positif Korona

Asal Luar Daerah, tanpa Rapid Test

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kasus Covid-19 di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) 2 Ponorogo bak puncak gunung salju. Setelah seorang santri terkonfirmasi positif, Rabu (8/7) langsung bertambah enam sekaligus. Keenam warga pondok di Madusari, Siman, itu merupakan bagian dari 11 orang yang sebelumnya reaktif rapid test. ‘’Total tambah sepuluh kasus, empat di antaranya dari klaster lain,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Keenam pasien positif itu santri baru dari Makassar, Manado, Banjar, Ternate, dan Gowa. Mereka tiba di Ponorogo tiga pekan lalu untuk mengikuti ujian masuk PMDG Ternate. Mereka membawa surat keterangan sehat namun tidak disertai hasil rapid test. Untuk melengkapi persyaratan perjalanan ke Ternate, pada 2 Juli lalu mereka rapid test. ‘’Saat itu, sebelas orang reaktif. Hasil swab enam santri sudah keluar. Sedangkan lima lainnya belum,’’ lanjutnya.

Sedangkan tambahan empat kasus lainnya, yang pertama perempuan 20 tahun dari Joresan, Mlarak. Kedua, perempuan 9 tahun asal Patihan Kidul, Siman (hasil tracing klaster sosialita Ronowijayan). Ketiga, petugas Bandara Juanda berusia 27 tahun asal Pulung. Keempat, perempuan 25 tahun asal Lengkong, Sukorejo. ‘’Dapat dikatakan PMDG 2 dan Ronowijayan sudah jadi klaster baru penularan Covid-19 di Ponorogo,’’ ungkapnya.

Ipong meminta kasus PMDG 2 jadi pelajaran ponpes lain. Ternyata, rapid test penting untuk deteksi awal status Covid-19 di ponpes. Surat keterangan sehat tanpa disertai hasil rapid test tidak bisa jadi acuan. Ipong menyebut 80 persen kasus positif baru di Ponorogo dari daerah zona merah. ‘’Tambahan kasus positif semakin banyak. Rumah sakit mulai penuh. Sehingga, pasien positif mulai dirawat di rumah-rumah karantina. Masyarakat harus lebih disiplin,’’ tegas bupati. (naz/c1/sat)

Pengasuh Gontor 2 Anggap sebagai Ujian

PONDOK Modern Darussalam Gontor (PMDG) 2 Ponorogo mengambil sejumlah sikap. Terkait temuan kasus positif di kampus 2 Madusari, Siman. Pihak pimpinan pondok telah menerbitkan maklumat. ‘’Salah satunya melarang kunjungan wali santri dan tamu sampai batas waktu yang tidak ditentukan,’’ kata Wakil Pengasuh PMDG 2 Ustad Muhammad Hudaya Rabu (8/7).

Maklumat Pimpinan Pondok Modern Gontor No: 3/PMDG/1441 tentang Pencegahan Risiko Covid-19 di Kalangan Santri diterbitkan sejak 15 Maret 2020. Hudaya menegaskan maklumat tersebut masih berlaku hingga kini. ‘’Tidak dibuka untuk umum sejak dikeluarkannya maklumat tersebut,’’ jelasnya.

Hudaya menyebut, sejak maklumat dikeluarkan, seluruh aktivitas di PMDG 2 telah disesuaikan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Salah satunya mengurangi kegiatan santri. Pihaknya juga telah mengambil langkah cepat menangani santri yang positif. ‘’Termasuk mengisolasi orang-orang yang berinteraksi dengan santri yang dinyatakan positif,’’ ungkapnya.

Hudaya mengklaim, kasus Covid-19 di lingkungan Pondok Gontor dapat terlokalisasi hanya di kampus Madusari. Tidak ada kasus positif di kampus lain termasuk Universitas Darussalam (Unida). Pun pihaknya telah bekerja sama dengan satgas penanggulangan Covid-19 dalam mengambil langkah. Antara lain rapid test serta pelacakan kontak. Tempat isolasi serta sarana dan prasarana juga telah dipastikan memadai.

Pihak pondok mengimbau seluruh wali santri PMDG 2 tetap tenang dan bersabar. Pandemi ini, sebut Hudaya, adalah ujian bagi semua. Dia memastikan situasi di kampus 2 berjalan tenang dan aman. ‘’Kegiatan santri berjalan sebagaimana mestinya dengan tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close