PacitanPeristiwa

Kurun Setengah Tahun, Empat Nyawa Melayang di Laut

PACITANJawa Pos Radar Pacitan – Keganasan ombak pantai selatan tidak boleh diremehkan. Banyak nyawa melayang karena terseret gulungan ombak saat berada di bibir pantai. Bahkan, selama kurun Januari–Juni 2020, empat orang tewas.

Kasus terbaru tenggelamnnya dua warga Dusun Nglaran, Desa Pager Lor, Kecamatan Sudimoro, di Pantai Watu Lungguh pada Sabtu lalu (30/5). Kejadian itu tercatat sebagai kasus ketiga selama tahun ini.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Aswin Rikha Wijaya mengatakan, apabila dihitung mundur sejak Oktober tahun lalu sudah ada delapan kasus kecelakaan air (laka air). ‘’Hitungannya itu dalam kategori tinggi sekali. Kalau diamati, per bulan ada laka air. Baik tenggelam di laut, pantai, maupun sungai,’’ katanya Rabu (3/6).

Dia mengungkapkan, kasus laka air mayoritas disebabkan faktor alam. Seperti gelombang tinggi dan banjir. ‘’Sekalipun sudah berpengalaman, karena dinamika alam itu tidak bisa ditebak, seperti ombak besar datang tiba-tiba, tentu orang tersebut tidak siap. Akhirnya terseret ombak dan tenggelam,’’ paparnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di laut ketika ada gelombang tinggi. Sebab, bisa menyebabkan tenggelam. ‘’Seperti yang terjadi di Pantai Watu Lungguh lalu, ada ombak tinggi. Sehingga kejadian yang tak diharapkan terjadi,’’ ujar Aswin. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close