Ponorogo

Kunyit Ponorogo Tembus Pasar Ekspor

110 Ton Meluncur ke Negeri India

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tanaman rempah dan obat dari Bumi Reyog ternyata diminati pasar mancanegara. Kunyit menjadi salah satu komoditas unggulan yang sudah diekspor sejak tiga tahun silam. Terbaru, CV Berkah Jaya (BJ), eksporter yang bermarkas di Srandil, Jambon, mengirim 110 ton kunyit ke India.

Seremonial pengiriman 110 ton kunyit ke India itu dilakukan Selasa (11/2). Acara dihadiri kepala daerah dan perwakilan dari Kementerian Pertanian (Kementan). ‘’Total sudah 2.220 ton kunyit yang kami ekspor ke India dalam setahun terakhir,’’ kata Direktur CV BJ Mohamad Sai’in.

Sai’in mengungkapkan, di Negeri Bollywood, kunyit dari Bumi Reyog itu diambil ekstraknya untuk digunakan sebagai bahan suplemen makanan. Pun, kebutuhan jenis rempah itu di India terbilang besar. ‘’Paling banyak dari Ponorogo, Wonogiri, Pacitan, Nganjuk, dan Madiun,’’ ujar Sai’in sembari menyebut kunyit asal Ponorogo yang diekspor mayoritas berasal dari Sooko dan Slahung.

Kunyit yang diekspor, lanjut dia, dalam bentuk basah maupun kering. Sementara, CV BJ mengakses pasar melalui marketplace internasional seperti Alibaba. ‘’Kami selain by data, juga melakukan validasi langsung. Betul nggak data calon pembeli. Caranya ya dengan berkunjung langsung,’’ terangnya.

Sai’in mendorong petani Ponorogo menangkap peluang ekpsor tanaman rempah dan obat yang masih terbuka lebar. Apalagi, budi dayanya tidak sulit. ‘’Jahe harganya bisa naik turun karena rawan terkena virus. Kalau kunyit, lebih tidak berisiko,’’ sebutnya.

Bupati Ipong Muchlissoni mengapresiasi upaya CV BJ dan petani kunyit di Ponorogo. Pun, dia meminta dinas pertanian, ketahanan pangan, dan peternakan (dipertahankan) untuk mendukung penuh. Salah satunya dengan menyediakan bibit atau pupuk yang diperlukan. ‘’Ini peluang yang bisa dimanfaatkan petani untuk mendapatkan tambahan penghasilan,’’ tuturnya. (naz/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close