Ponorogo

Kuno dan Tak Lengkap, Pengunjung Minta Koleksi Buku Perpusda Ditambah

PONOROGO, Radar Ponorogo – Semangat Pemkab Ponorogo menggalakkan budaya literasi tak berbanding lurus dengan jumlah buku di perpustakaan daerah (perpusda). Minimnya koleksi buku di kantor dinas perpustakaan dan kearsipan setempat itu dikeluhkan sejumlah pengunjung. ‘’Kurang lengkap dan pembaruan,’’ kata Safira Anugeraheni, salah seorang pengunjung Rabu (6/11).

Safira kerap berkunjung  ke perpusda untuk mengerjakan tugas kampus. Beberapa buku yang dicari sebagai referensi tidak lengkap isinya. Terutama tentang sejarah lokal Ponorogo. Selain minim dan tidak up to date alias kuno, sarana dan prasarana (sarpras) perpusda belum terintegrasi dengan teknologi. ‘’Kalau bisa ada e-perpus, jadi buku koleksi bisa diakses di mana saja dan kapan saja,’’ ujar mahasiswi semester tujuh salah satu perguruan tinggi di Ponorogo itu.

Imam Asrofi merasakan hal yang sama dengan Safira. Referensi buku teknik menggambar untuk tugas pengayaan skripsi tidak banyak ditemukan. ‘’Sekelas Ponorogo referensinya belum lengkap,’’ keluhnya.

Selain buku pendidikan, buku fiksi juga minim. Dyah Martin, pengunjung asal Babadan mendapati koleksi novel genre misteri dan roman masih sedikit. ‘’Sudah bagus, tapi perlu ditambah koleksinya,’’ ujarnya.

Sayangnya,  Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ponorogo Dewi Wuri Handayani belum bisa dimintai tanggapan ihwal keluhan pengunjung. Pesan singkat yang dikirimkan dibalas dengan mengabarkan sedang tugas dinas luar kota. ‘’Masih acara di Surabaya,’’ katanya singkat. (dil/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button