Ponorogo

Kumpulan Motor Sangar PNS Pemkab Ponorogo

Risiko Abdi Negara Susah Touring Bersama

Virus modifikasi Japan style alias japstyle sedang digandrungi penyuka sepeda motor di Pemkab Ponorogo. Sampai sekarang ada tujuh PNS yang tunggangannya bergaya japstyle. Bukan hanya karena tampilannya yang garang, namun lebih karena performanya yang prima di lapangan.

===============================

MIZAN AHSANI, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

AHAD Minggu (22/12) menjadi momen ketujuh japstyler PNS Pemkab Ponorogo mengaspal. Sebelum-sebelumnya, para pemiliknya belum pernah menyempatkan touring bersama. Maklum, tugas sebagai abdi negara kerap mengharuskan mereka bekerja siang malam. Kelima orang berdinas di bagian humas dan protokol, di sekretariat, dan dinas perhubungan (dishub). ‘’Dari dulu ingin touring bareng-bareng, tapi belum sempat,’’ kata Agung Dwi Prasetyo, staf bagian humas dan protokol.

Virus modifikasi japstyle kali pertama dibawa ajudan sekda yang bernama Avin. Avin pada pertengahan 2019 lalu membawa sepeda motor japstyle garang berwarna gelap ke kantor. Tampilannya benar-benar membuat Agung dan kawan-kawan terpukau. Avin kala itu menebus sepeda motor itu seharga Rp 21 juta dari Semarang. Dimodifikasi dari Yamaha Byson. ‘’Dari situ akhirnya pengin semua,’’ ujarnya.

Tunggangan japstyle milik Agung dimodifikasi dari Yamaha Scorpio. Dimodifikasi di salah satu bengkel custom di Jogjakarta. Usai dipermak bergaya japstyle, tidak terlihat lagi penampakan wajah asli Scorpio. Itu karena modifikasi japstyle lebih menonjolkan otot-otot yang garang. Seperti pada sasis, tangki, jok, hingga lampu ataupun setir. Agung menghabiskan uang tak kurang dari Rp 25 juta untuk menyulap Scorpio menjadi bergaya japstyle. ‘’Seluruhnya di-custom. Benar-benar dibuat baru oleh bengkelnya. Yang asli hanya tinggal mesin dan sasis,’’ tuturnya.

Agung menjelaskan, ada dua sepeda motor yang paling sering dimodifikasi bergaya japstyle. Yakni, Scorpio dan Byson. Kedua sepeda motor Yamaha itu punya kapasitas mesin yang besar. Bentuk kerangkanya juga sudah tampak garang. Namun, oleh modifikator, material yang dibutuhkan nantinya harus dibuat dari nol. Supaya modifikasi sesuai yang diinginkan. ‘’Kekhasannya adalah menonjolkan otot sepeda motor. Selain pada sasis, tangki, atau setir, yang perlu dimodifikasi ukuran bannya menjadi lebih besar,’’ terangnya.

Karena hobi, merogoh kocek dalam tidak dipersoalkan. Lantaran sudah telanjur kepincut oleh sepeda motor Avin. Sayangnya, tidak banyak bengkel modifikasi yang bisa menggarap japstyle. ‘’Di Ponorogo ada, tapi banyak sekali garapannya sehingga harus antre. Bisa sampai enam bulan. Itu karena kebanyakan material modifikasinya dibuat sendiri, tidak beli,’’ jelas Agung.

Saat ini, sepeda motor japstyle milik para penggawa pemkab itu sudah jadi semua. Tinggal mencari waktu yang tepat untuk touring bersama. Selagi belum touring, kendaraan-kendaraan garang itu digunakan untuk bekerja sehari-hari. Agung mengaku nyaman bertugas membawa sepeda motor japstyle miliknya. Selain berencana touring bareng, Agung cs juga ingin membentuk komunitas penyuka sepeda motor japstyle. Masih belum ada wadahnya di Ponorogo. ‘’Japstyle itu multipurpose. Bisa di dirt atau di aspal. Memang tidak untuk berkendara kencang, tapi asyik kalau untuk bekerja di lapangan,’’ ungkapnya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button