Ponorogo

KSP Reog Dilaporkan Ombudsman dan Kompolnas

28 Saksi, Belum Cukup Bukti

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Benang pengusutan dugaan penggelapan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Reog masih kusut. Sampai kini polisi kesulitan mendapatkan barang bukti untuk meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. ‘’Keterangan dari saksi masih kurang,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto.

Dugaan penggelapan KSP Reog kali pertama mencuat 2017 silam. Kala itu ada ratusan anggota koperasi yang berunjuk rasa lantaran tidak bisa menarik uang simpanannya. Padahal, telanjur menyimpan uang kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah. Sejak dua tahun lalu itu, penyelidikan telah dilakukan. ‘’Sampai saat ini masih ditangani oleh satreskrim,’’ ujarnya.

Sejak laporan diterima pada 2017, polisi sudah meminta keterangan 28 saksi. Termasuk saksi ahli dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Kediri dan Surabaya. Namun, polisi merasa penyelidikan belum cukup dalam. ‘’Bukti-bukti yang ada masih belum cukup lengkap, ditambah keterangan saksi yang masih minim,’’ beber kapolres.

Jika melihat perkembangan saat ini, Arief pesimistis bisa lekas menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan. Lantaran minimnya barang bukti dan keterangan yang menguatkan dari para korban. Meski begitu, Arief tak ingin patah arang. Pihaknya akan terus berusaha dengan mencari bukti-bukti baru. ‘’Nanti kalau ada bukti baru, bisa kita naikkan. Tapi sampai saat ini masih belum,’’ tuturnya.

Oktober lalu, sejumlah anggota KSP Reog kembali mendatangi mapolres setempat. Guna mencari tahu kejelasan progres penyelidikan dugaan penggelapan tersebut. Wahana Komunikasi Rakyat (WKR) sampai ikut mengawal perjalanan kasus ini. Belakangan, WKR bersama sejumlah nasabah koperasi juga mengadu kepada Ombudsman RI dan Kompolnas RI. Surat balasan dari kedua lembaga sudah diterima. Balasan dari Ombudsman lewat surat bernomor B/735/LM.36/0756.2019/XI/2019 yang diterima sepekan lalu. ‘’Ombudsman menyatakan kesediaannya untuk ikut membantu. Kami diminta melampirkan dokumen pendukung,’’ ujar salah seorang warga Pulung yang menjadi anggota koperasi. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close