Ngawi

Krisis Siswa, 37 SD di Ngawi Bakal Diregrouping

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tidak semua lembaga pendidikan di Ngawi merasakan kesibukan momen penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021/2022. Sebanyak 37 dari 495 SD negeri tidak dapat menyelenggarakan PPDB lantaran jumlah peserta didik kelas I hingga VI di bawah 60.

Dinas pendidikan (dindik) bakal melebur puluhan lembaga pendidikan itu hingga menjadi 18. ‘’Tahun ini 19 SD akan dinonaktifkan. Siswa yang masih tersisa bergabung sekolah lain,’’ kata Kepala Dindik Ngawi Muhammad Taufiq Agus Susanto, Sabtu (12/6).

Sebanyak 37 sekolah yang bakal regrouping tersebar di 12 kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Ngawi dengan 10 lembaga. Lalu, Kecamatan Widodaren dan Ngrambe dengan masing-masing empat lembaga.

Taufiq menerangkan, faktor regrouping bukan hanya minimnya siswa, melainkan juga efisiensi biaya operasional dan pembelajaran. Sebab, banyak bangunan SD negeri yang bakal digabung tersebut berada di satu kawasan. ‘’Juga efektivitas pendistribusian guru yang saat ini masih sangat kekurangan,’’ ujarnya sembari menyebut ada 170 SD tanpa kepala definitif. (sae/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button