Pacitan

Kreativitas Doni Tatang Irawan dan Rizal Efendi Rakit Alat Fogging Sederhana

Campuran 20 Ml Obat Nyamuk Cair dan Satu Liter Solar

Merebaknya demam berdarah dengue (DBD) di Pacitan membuat Rizal Efendi dan Doni Tatang Irawan tergugah. Keduanya merakit alat fogging sederhana untuk memberangus nyamuk Aedes aegypti.

_______________________________________________

SRI MULYANI, Pacitan,  Jawa Pos Radar Pacitan

ASAP putih pekat mengepul dari rumah warga di Lingkungan Krajan, Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Pacitan, Senin (2/3). Penyemprotan untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa itu dilakukan para relawan menggunakan alat fogging sederhana yang dirakit Rizal Efendi dan Doni Tatang Irawan.

Perakitan mesin fogging itu mereka kerjakan berawal dari keresahan warga. Karena harus menunggu orang terjangkit DBD dulu, baru ada tindakan pengasapan. ‘’Kami buat dengan bermodal melihat tutorialnya dari YouTube,’’ kata Doni kepada Jawa Pos Radar Pacitan.

Alat pengasapan nyamuk Aedes aegypti ciptaan Doni dan Rizal punya bentuk berbeda dengan mesin fogging pada umumnya. Biasanya alat fogging memiliki panjang kurang lebih satu meter dan diikatkan di pundak. Namun, mesin fogging rakitan keduanya tak sampai satu meter. Bahkan, cara membawanya hanya perlu dicangklong.

Doni menjelaskan, alat fogging ciptaannya bersama Rizal itu terdiri dari sejumlah komponen. Seperti pipa tembaga, slang regulator gas elpiji, dan pompa sprayer. Dia juga memakai gas elpiji 3 kilogram sebagai pemanas. ‘’Untuk obat penyemprotnya, kami pakai campuran 20 mililiter obat nyamuk cair dengan satu liter solar,’’ terangnya.

Rizal menambahkan, proyek pembuatan alat fogging sederhana itu sudah berjalan tiga tahun lalu. Meski demikian, hasil fogging yang dilakukan menggunakan alat tersebut ternyata signifikan. Setelah di-fogging, populasi nyamuk berkurang. ‘’Sudah beberapa kali menerima bantuan untuk melakukan fogging di wilayah Pacitan dan Arjosari,’’ ungkap pria yang tergabung dalam relawan kebencanaan itu.

Selain itu, dia mengaku jasa fogging yang biasa dilakukannya bersama relawan tak memungut biaya. Pasalnya, tujuan utama adalah bakti sosial. ‘’Meski berkurang, kegiatan ini sebatas agenda tahunan. Jadi, tak setiap hari dilakukan fogging. Pun atas permintaan warga,’’ kata Rizal. ****(her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button