features

Kreatif! Tas Berbahan Limbah Kresek Buatan Warih Diminati Konsumen

Selama ini kantong kresek biasanya berakhir di tong sampah. Namun, di tangan Warih Budi Purnawati, bahan limbah itu mampu disulap menjadi berbagai pernik bernilai ekonomi. Mulai tas, keset, hingga sajadah.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

TAS yang ditenteng Warih Budi Purnawati sepintas mirip barang branded dengan bahan pilihan yang berharga mahal. Siapa sangka, aksesori perempuan itu dibuat dari limbah kantong kresek. ‘’Kalau tas untuk fashion harus difuring dulu, beda dengan tas untuk belanja atau serbaguna,” ujar Warih, Sabtu (22/5).

Selain tas, selama ini Warih juga memproduksi berbagai pernik berbahan limbah kresek lainnya. Mulai bunga, keset, konektor masker, sajadah, hingga tikar. ‘’Bahannya dapat dari tetangga, kerabat, dan teman, selain mengumpulkan sendiri,’’ ungkapnya.

Proses pembuatan rajutan berbahan limbah kresek terbilang mudah. Awalnya, kresek dipotong-potong dengan lebar sekitar 2 sentimeter hingga menyerupai tali rafia. Setelah itu dirajut menyesuaikan bentuk yang diinginkan. ‘’Tekniknya sama seperti merajut pada umumnya,” terang Warih sembari menyebut menekuni kerajinan rajut limbah kresek sejak 2018 lalu.

Produk kerajinan limbah kresek karya perempuan 54 tahun itu dibanderol dengan harga mulai Rp 30 ribu hingga Rp 300 ribu. ‘’Sering juga ikut pameran. Yang paling diminati tas serbaguna. Tapi, konsumen juga bisa request sesuai keinginan,” tutur warga Jalan Jeruk, Kelurahan/Kecamatan Taman, itu.

Keterampilan merajut Warih diperoleh dari ibunya saat masih duduk di bangku SMP. Hingga kini, hari-hari perempuan itu kerap dihabiskan dengan merajut. Saat rekreasi sekalipun. ‘’Saya juga gabung komunitas sesama pehobi. Bisa sharing dan saling bantu mengembangkan seni rajut,’’ ucapnya. * (isd/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button