NgawiPolitik

KPU Kembalikan 490 dari 493 Berkas Bacaleg

NGAWI – Ijazah palsu masih mewarnai pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) dalam Pemilu 2019 nanti. Indikasinya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi menemukan beberapa dokumen bacaleg yang tidak sinkron. Khususnya nama dalam ijazah dengan kartu identitas pendaftar. ‘’Ada sekitar lima pendaftar,’’ kata Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni, Sabtu (28/7).

Setelah pendaftaran ditutup 17 Juli lalu, pihaknya memeriksa kelengkapan dokumen para bacaleg. Lalu, 21 Juli semua berkas yang dinyatakan belum lengkap atau belum memenuhi syarat (BMS) dikembalikan ke masing-masing partai politik (parpol) untuk diperbaiki. ‘’Ada yang tidak ada atau tidak sah. Akhirnya kami nyatakan BMS,’’ ungkap Toni, sapaan akrabnya.

Sedangkan yang dianggap tidak sah jika berkas yang dilampirkan tidak sesuai aturan. Misalnya ijazah yang seharusnya dilegalisasi hanya diserahkan dalam bentuk scan atau fotokopi. Atau nama yang tercantum dalam ijazah tidak sesuai kartu identitas bacaleg. ‘’Hampir seluruhnya kami kembalikan. Yang lengkap hanya Partai Garuda. Karena memang bacalegnya sedikit,’’ paparnya.

Batas waktu untuk melengkapi dan memperbaiki berkas sampai 31 Juli nanti. Terkait perbedaan nama dalam ijazah dengan e-KTP, sesuai PKPU Nomor 20/2018, harus menyertakan keterangan dari sekolah atau tempat belajar asalnya. ‘’Keterangan itu menyatakan bahwa yang bersangkutan benar-benar pernah belajar di tempat tersebut,’’ jelasnya.

Sebab, kewenangan untuk mengesahkan ijazah ada pada sekolah atau tempat belajar yang mengeluarkan. Jika sekolah tidak memberikan keterangan, sesuai PKPU tersebut, yang bersangkutan harus membuat pernyataan tertulis dan ditandatangani di atas materai.

Itu saja belum cukup. Jika nanti muncul pengaduan masyarakat terkait legalitas ijazah bacaleg, pihaknya akan melaporkan ke panitia pengawas pemilu (panwaslu). ‘’Kalau diduga palsu, kami serahkan ke panwaslu dan gakkumdu (penegakan hukum terpadu, Red),’’ ungkapnya.

Toni menambahkan, jika bacaleg tidak mampu melengkapi berkasnya, akan dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Otomatis proses pencalegannya gugur. Sedangkan yang sudah lengkap akan segera disusun dalam daftar calon sementara (DCS) Pileg 2019.

Dari 16 parpol kontestan Pileg 2019, semuanya telah mendaftarkan bacaleg di KPU Ngawi. Tercatat 493 bacaleg yang didaftarkan. Namun, hanya tiga bacaleg yang telah ditetapkan memenuhi syarat sejak awal, sisanya BMS. (tif/c1/sat)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close