Advertorial

KPPN Madiun Ajak KPA Hindari Korupsi

Sosialisasi SMAP, Ingatkan Integritas Budaya Antisuap

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Budaya antisuap bukan sekadar jargon di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Tapi sudah menjadi keharusan bagi mereka yang telah ditunjuk menjadi Kuasa Pemegang Anggaran (KPA). Karena pentingnya budaya tersebut, pihak KPPN pun menggelar sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dan dialog interaktif. ‘’Sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan internalisasi budaya antisuap pada seluruh instansi,’’ terang Kepala KPPN Madiun Kutfi Jusmintari.

Dalam sosialisasi ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Madiun Bambang Panca Wahyudi dihadirkan sebagai narasumber mendampingi Kutfi. Keduanya mengajak KPA menghindari perilaku korupsi yang sangat merugikan di tengah pandemi seperti saat ini. Tindak pidana korupsi berlipat-lipat ganda kemudaratannya. ‘’Mari bersama-sama menjunjung tinggi perilaku antisuap demi mencapai kesejahteraan masyarakat,’’ ajaknya.

Terhitung sejak 21 Juli lalu KPPN Madiun mulai mengimplementasikan SMAP ISO 37001:2016. Pun telah dilaksanakan kegiatan internalisasi dan penandatanganan komitmen penerapan SMAP oleh seluruh Pegawai KPPN Madiun. Di antara jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), KPPN Madiun merupakan instansi pertama yang menerapkan SMAP ISO 37001:2016. ‘’Hal ini merupakan apresiasi, penghargaan, kepercayaan, dan amanah yang harus kami emban dengan maksimal. KPPN Madiun tidak akan bisa menjalankan amanat itu tanpa dukungan para stakeholder satuan kerja wilayah KPPN Madiun, instansi perbankan, dan pemerintah daerah,’’ jelasnya.

Tujuan penerapan SMAP ISO 37001:2016 adalah mengidentifikasi, mencegah, dan mendeteksi penyuapan. Juga di antaranya mewujudkan reformasi birokrasi good and clean goverment. Meningkatkan pelayanan publik yang berkualitas, professional, dan bertanggung jawab. ‘’Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan awareness  pentingnya integritas dalam budaya antisuap,’’ imbuhnya.

Sementara itu Kajari Bambang Panca Wahyudi mendukung penerapan SMAP ISO 37001:2016 di wilayah KPPN Madiun. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memberikan kesadaran masyarakat terkait penerapan hukum. ‘’Saya sampaikan apresiasi kepada KPPN Madiun karena telah berhasil mendapatkan amanah mengimplementasikan SMAP ISO 37001,’’ ungkapnya.

Panca pun mengajak semua pihak melakukan pengaduan jika mengetahui tindak pidana korupsi, pelaporannya bisa mendatangi kantor kejaksaan atau melalui nomor call center. Dia juga menyebutkan beberapa upaya dasar pencegahan perilaku suap yaitu dengan mengenali hukum terkait hukuman pelaku suap dan mendekatkan diri kepada Tuhan. ‘’Tindak pidana suap tidak melulu berasal dari diri sendiri, bisa dari orang lain bahkan keluarga sekali pun,’’ pungkasnya. (fit/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button