AdvertorialMagetan

KPPN Gelar Forum Group Discussion

Optimis 2021 Ekonomi Madiun Membaik

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Dampak pandemi Covid-19 sangat masif terhadap keberlangsungan ekonomi, begitu juga di Kota Madiun. Bukan hanya di bidang kesehatan, pandemi juga mengakibatkan keadaan ekonomi tertekan. Kondisi tersebut mendorong Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Madiun menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Sinergitas Stakeholder Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Daerah di Masa Resesi.

FGD dihadiri Wali Kota Madiun Maidi juga beberapa narasumber, yakni Rektor Unipma Parji, Direktur Politeknik Negeri Madiun Fajar Subkhan, Kakanwil DJKN Provinsi Jatim/Kaper Kemenkeu Provinsi Jatim Eto Sunaryanto, Kepala BI Cabang Kediri Sofwan Kurnia, dan moderator dari perwakilan Unmer Madiun Imron. ‘’Kegiatan ini sebagai wujud peran serta aktif KPPN Madiun sebagai representasi Kementerian Keuangan di daerah dalam mensukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),’’ ujar Kepala KPPN Madiun sekaligus narasumber FGD Kutfi Jusmintari, kemarin (11/11).

Kutfi tidak menampik muncul kekhawatiran stabilitas ekonomi di masa resesi ini bakal sangat berpengaruh bagi Kota Madiun. Namun, kekhawatiran itu sirna ketika melihat pertumbuhan ekonomi yang membaik dan adanya komitmen kuat dari Wali Kota Madiun Maidi untuk tetap menjaga berputarnya roda perekonomian melalui berbagai kebijakan. ‘’Kami optimis 2021 ekonomi Madiun akan lebih baik,’’ tuturnya.

Kufti menjelaskan, bentuk sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di masa pandemi, pertama dengan konsolidasi program kegiatan. Misalnya, minggu lalu KPPN Madiun mengadakan pelatihan akuntansi dasar bagi pelaku UMKM. Tujuannya agar UMKM bisa tumbuh dengan pengelolaan keuangan yang baik. Kedua dengan menjalin komunikasi kebijakan yang lebih intens. Seringkali kebijakan pemerintah tidak diketahui dan dipahami pelaku UMKM. ‘’Berbagai relaksasi dan bantuan terkadang tidak terkomunikasikan dengan baik, sehingga pelaku UMKM Madiun kehilangan kesempatan menikmati kemudahan itu,’’ jelasnya.

Semantara itu, Wali Kota Madiun Maidi menyampaikan bahwa Kota Madiun persentase resesinya sangat kecil. Hal ini didukung masyarakat yang patuh dalam penerapan protokol kesehatan, itu merupakan dasar Kota Madiun bisa menggenjot ekonomi kota. ‘’Perubahan perilaku sudah berjalan dengan taat, kini kami gencar program-program bersama UMKM dengan menjadikan Madiun kota wisata,’’ paparnya. (fit/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button