Advertorial

KPP Pratama Pacu Penerimaan Pajak

Gandeng Pemkot, Miliki Layanan Virtual Menuju WBBM

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Madiun terus bekerja keras untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak. Pihak KPP Pratama pun bersinergi dengan Pemkot Madiun, jajaran forkopimda dan pimpinan unit vertikal Kemenkeu di Madiun guna meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak (WP). Ini terlihat gelaran Pekan Panutan Pajak 2021. ‘’Kegiatan ini untuk mengingatkan masyarakat bahwa pajak merupakan hal wajib yang harus ditunaikan. Pasalnya pajak adalah tulang punggung pembangunan negara,’’ jelas Kepala KPP Pratama Madiun Santoso Dwi Prasetyo, Rabu (3/3).

Tahun ini KPP Pratama Madiun mencatat ada sebanyak 102.850 WP yang harus melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Dengan target penerimaan mencapai Rp 751 miliar. ‘’Kami terus berupaya untuk mencapai target yang ditetapkan,’’ jelasnya.

Prasetyo menyebut, pemerintah pusat terus berupaya memulihkan ekonomi. Salah satunya dengan memberikan insentif pajak di berbagai sektor ekonomi. Di antaranya adalah sektor UMKM, PPh Pasal 21, PPh Pasal 25 dan ketentuan terbaru yang terbit adalah penurunan tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Diskon pajak ini diberikan untuk kendaraan bermotor segmen di bawah 1.500 cc kategori sedan dan 4×2. ‘’Diskon pajak dilakukan secara bertahap hingga Desember 2021 agar memberikan dampak yang optimal,’’ tuturnya.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memahami kondisi ekonomi saat ini. Diskon pajak sebesar 100 persen dari tarif normal pun akan diberikan pada tiga bulan pertama, 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan berikutnya, dan 25 persen dari tarif normal pada tahap ketiga untuk empat bulan.

Ada beberapa metode pelaporan SPT Tahunan. WP diimbau untuk melaporkan SPT Tahunan secara online melalui e-filing. Sebab, pelayanan tatap muka dibatasi guna menekan penyebaran Covid-19. Di antaranya program Jaladara dan layanan Tempat Pelayanan Terpadu (TPT) Virtual Kahyangan. ‘’Layanan ini merupakan inovasi KPP Pratama Madiun yang mengubah layanan tatap muka langsung pada masa sebelum pandemi menjadi layanan tatap muka secara virtual melalui aplikasi Zoom. Layanan digunakan WP untuk mendapatkan bimbingan dan asistensi pengisian SPT Tahunan, sehingga tidak perlu datang ke kantor pajak,’’ terangnya.

KPP Pratama juga memiliki aplikasi e-Rama yang dapat diunduh di Play Store. Aplikasi itu membantu WP dalam pembelajaran dan pelaporan SPT Tahunan, sekaligus fitur layanan-layanan untuk WP. Prasetyo berharap program vaksinasi pemerintah dapat terlaksana dengan sukses. Sehingga perekonomian terdongkrak naik dan penerimaan pajak optimal. ‘’Program vaksinasi, bansos, semua bersumber dari pajak,’’ ungkapnya.

Wali Kota Madiun Maidi pun mendukung upaya Kemenkeu dalam memulihkan ekonomi masyarakat. Dengan memberikan kebijakan fasilitas insentif pajak bagi UMKM. ‘’Tahun 2020 pelaku UMKM juga mendapatkan insentif pajak dan pemberlakuan insentif diperpanjang pada 2021,’’ ungkapnya.

Dalam acara tersebut, Wali Kota Maidi bersama Ketua DPRD Andi Raya Bagus Miko Saputra, jajaran forkopimda, dan pimpinan unit vertikal Kemenkeu di Madiun melaporkan SPT tahunannya dan mendukung KPP Pratama Madiun meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). ‘’Saya mengajak masyarakat untuk melaporkan SPT Tahunan tepat waktu,’’ kata Maidi.

Dia berharap pelaporan SPT Tahunan yang telah dilakukannya tersebut dapat diikuti oleh seluruh masyarakat. Terutama mereka yang sudah mempunyai NPWP. ‘’Karena pelaporan ini merupakan kewajiban WP. Ayo lakukan kewajiban kita sebagai warga negara. Laporkan SPT Tahunan lebih awal, jangan ditunda-tunda lagi,’’ pinta Maidi. (fit/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close