AdvertorialNgawi

KPP Pratama Ngawi dan KP2KP Magetan Gelar Pajak Bertutur

Sasar Pelajar Edukasi Pajak sejak Dini

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pemahaman pentingnya pajak bagi kelangsungan pembangunan bangsa terus dilakukan Dirjen Pajak (DJP). Tak sekadar wajib pajak atau masyarakat umum, DJP melalui kantor perwakilannya di tiap daerah juga menyasar pelajar. Mulai tingkat SD hingga mahasiswa perguruan tinggi. Seperti yang dilakukan oleh KPP Pratama Ngawi dan KP2KP Magetan. Keduanya menggelar roadshow ke sekolah-sekolah Jumat (22/11). Di Kabupaten Ngawi meliputi SDN Margomulyo 2, MAN 1 dan SMPN 2 Ngawi. Sedangkan di Kabupaten Magetan, SMAN 2 Magetan. ”Mereka (pelajar) perlu diedukasi sedini mungkin agar tahu manfaat pajak bagi negara, ” ujar Budi Hartono, Kepala KPP Pratama Ngawi.

Selain agar memahami manfaatnya, dalam kegiatan tersebut pelajar juga bisa mengenal jenis-jenis pajak. Seperti halnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh). Tidak hanya itu, mereka juga dikenalkan dengan KPP Pratama dan KP2KP. Secara umum, menurutnya masyarakat masih belum memahami peran dan fungsi lembaga tersebut hingga saat ini. ”Oleh karena itu, tim akan memberikan materi terkait itu (PPN maupun PPh, Red) dan dikemas se-enjoy mungkin, ” tambahnya.

Budi mengungkap jika pihaknya tidak hentinya melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran pajak ke masyarakat. Baik kepada wajib pajak lama, baru hingga masyarakat yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pun melalui berbagai kesempatan. Dalam kegiatan edukasi tersebut, respon masyarakat disebutnya bagus. ”Untuk di wilayah Ngawi kami sudah berkoordinasi dengan Pemdes, para pengusaha, juga UMKM dan respon mereka sangat baik terkait kedisiplinan pajak, ” bebernya.

Pihaknya berharap sikap sadar pajak tersebut menular ke masyarakat lainnya. Pun dengan cakupan lebih luas. Dengan begitu, pendapatan negara dari sektor pajak semakin besar. Nantinya pendapatan tersebut digunakan untuk biaya pembangunan di seluruh wilayah tanah air. Baik infrastruktur, sumber daya manusia dan lainnya. ”Karenanya mulai sejak dini harus dikenalkan. Kelak mereka, generasi penerus bisa menjadi wajib pajak yang taat pajak, ” pungkasnya. (rio/gen/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button