Advertorial

KPP Pratama – KP2KP Madiun Tanamkan Pajak Sejak Dini

160 Siswa Ikuti Virtual Meeting Patur

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Madiun bersama Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Caruban terus melakukan sosialisasi manfaat pajak dalam program Pajak Bertutur (Patur). Kali ini sosialisasi berlangsung secara virtual melalui apliksi Zoom Meeting. Kegiatan tersebut diikuti 160 peserta yang merupakan siswa sekolah tingkat SMP dan SMA, baik Kota Madiun maupun Kabupaten Madiun. Untuk Kota Madiun diikuti oleh SMPN 6 dan SMKN 2, sementara Kabupaten Madiun diikuti oleh SMPN 1 dan SMAN 1 Mejayan. ‘’Ini kami lakukan sedini mungkin agar kelak generasi muda membudayakan sadar pajak,’’ ungkap Kepala KPP Pratama Madiun, Santoso Dwi Prasetyo, Selasa (15/12).

Materi yang diberikan dari pembangunan negara, sumber pungutan pajak, maupun jenis-jenis pajak. Melalui fitur chat, peserta bisa bertanya seputar dunia perpajakan kepada mentor. Mereka juga mengikuti kuis berhadiah tentang wawasan perpajakan dengan dipandu operator. Kegiatan yang berpusat di KPP Pratama Madiun tersebut dimulai pukul 08.30-12.00 WIB. ‘’Dengan sosialisasi ini peserta lebih memahami bahwa pendapatan dari pajak banyak guna dan manfaatnya,’’ tambahnya.

Santoso menjelaskan salah satu manfaat besar dari pajak yang dirasakan langsung adalah untuk penanganan pandemi Covid-19. Biaya yang sangat besar dibutuhkan negara dalam hal itu. Yang terbaru adalah untuk pembelian vaksin Covid-19. Karenanya dia mengimbau agar setiap warga negara disiplin menaati aturan perpajakan yang berlaku. ‘’Pajak menjadi pondasi kokoh berdirinya negara. Itu diatur alam undang-undang,’’ imbuhnya.

Pengenalan pajak sejak dini sudah dilakukan melalui pendekatan kurikulum dalam hal inklusi pajak. Dalam pelajaran PPKn bagi siswa SD dan SMP disebutkan dalam pasal 23a yang mengatur tentang pajak. Sinergitas Direktorat Jendral Pajak (DJP) dan Kementerian Pendidikan melalui program inklusi pajak adalah dengan melibatkan para guru di setiap sekolah untuk memberikan wawasan pajak kepada anak didik. ‘’Membayar pajak adalah kewajiban warga negara, karenanya jika pajak kuat Indonesia maju,’’ katanya. Sosialisasi Patur memang dilakukan setiap tahun. Pun dia berharap kegiatan berikutnya bisa dilaksanakan secara tatap muka. Sebab melalui pertemuan langsung dinilai lebih efektif dan efisien. ‘’Sementara ini kami memaksimalkan tenologi informasi yang ada pun tahun berikutnya semoga bisa dilakukan secara normal lagi,’’ harapnya. (rio/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button