Ponorogo

Mahasiswa Bumi Reyog ’’Kuliah’’ di Depan Gedung Dewan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Gelombang protes atas berbagai isu sentral di negeri ini turut menggelora di Bumi Reyog. Selasa (24/9), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ponorogo menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD setempat. Menyuarakan penolakan terhadap revisi UU KPK, RUU KUHP, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga dugaan kekerasan di Papua.

Mereka menuntut langkah konkret dari pemerintah dan DPR dalam mengurai kelindan persoalan tersebut. ‘’DPR sudah tidak menggunakan akal cerdas lagi,’’ kata Deny Nurcahyo, koordinator aksi, Selasa (24/9).

Sehari sebelumnya, beredar berbagai poster anonim di obrolan WhatsApp. Menyuarakan ajakan untuk ’’mengosongkan kelas’’ dan turun ke jalan pada Selasa kemarin. Kampus di Ponorogo diminta libur, mengosongkan kelas-kelas perkuliahan untuk berunjuk rasa bersama. Terpicu aksi serupa yang tengah marak di kalangan mahasiswa di berbagai daerah. Mulai Jakarta, Bandung, Jogjakarta, hingga Malang. Hasilnya, massa berjumlah 40 orang kemarin menggeruduk kantor DPRD setempat. ‘’Kami mengecam keras sikap pemerintah dan DPR,’’ ujarnya.

Puluhan massa yang berunjuk rasa membawa berbagai poster sindiran terhadap pemerintah. Misalnya, cukup cintaku yang kandas, KPK jangan. Atau, tuntutan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berbunyi Pak Jokowi, tolong cari dalang karhutla. Berbagai protes itu dibumbui dengan aksi teatrikal mahasiswa dari berbagai kampus tersebut. ‘’Kami tidak ada intervensi dan pengaruh dari siapa pun. Ini murni mengecam keras sikap pemerintah dan DPR,’’ sebut Deny.

Menurut Deny, DPR sudah terlalu keruh oleh banyak kepentingan politik dalam mengambil sikap. Mengabaikan kebenaran-kebenaran yang seharusnya ditegakkan. Berbagai upaya yang mereka lakukan belakangan, justru terkesan menyengsarakan masyarakat. ‘’DPR sudah tidak bisa menyikapi permasalahan dengan akal sehat. Kami menuntut DPR untuk membatalkan revisi UU KPK, RUU KUHP, RUU pertanahan, serta mendesak pemerintah menyelesaikan karhutla dan dugaan kekerasan di Papua,’’ tegasnya.

Aksi damai itu baru berakhir pukul 16.00. Permintaan massa untuk beraudiensi dengan wakil rakyat di DPRD Ponorogo disetujui. Deny dan sejumlah mahasiswa masuk ke gedung dewan sebagai perwakilan massa. Mereka ditemui ketua sementara DPRD Sunarto dan sejumlah perwakilan fraksi. Selagi beraudiensi, massa menduduki Jalan Alun-Alun Timur. ‘’Kami menerima dan mengapresiasi upaya yang dilakukan mahasiswa. Mereka diberi wadah dalam menyampaikan aspirasi,’’ kata Sunarto. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close