Madiun

Kota Madiun Zona Merah, Bangsal Isolasi Ditambah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Status persebaran Covid-19 Kota Madiun berubah menjadi zona merah. Kondisi itu dipicu banyaknya tambahan kasus baru dan nyaris setiap hari selalu ada korban meninggal karena Covid-19. Sementara di sisi lain, angka kesembuhannya sedikit.

Tingginya kasus aktif di Kota Madiun tersebut juga mengakibatkan BOR atau tingkat keterisian rumah sakit rujukan pasien Covid-19 penuh. Karena itu, pemkot berinisiatif memfungsikan bangsal reguler di RSUD Kota Madiun menjadi ruang isolasi.

Inisiatif itu berdasarkan hasil rapat internal di Ruang 13 Balai Kota Madiun kemarin (30/6). ‘’Ini menjadi satu pilihan yang harus kita ambil melihat efisiensi, daripada kita mendirikan rumah sakit lapangan atau mendirikan tenda,’’ kata Sekda Kota Madiun Rusdiyanto, Kamis (1/7).

Dia menyebut bahwa alih fungsi bangsal untuk ruang isolasi itu untuk mengendalikan tingginya BOR. Diharapkan kasus aktif segera mendapat perawatan agar lekas pulih. Sehingga, otomatis kasus aktif di kota ini turun. ‘’Sudah kami rapatkan dan segera ditindaklanjuti,’’ ujarnya.

Plt Direktur RSUD Kota Madiun Agus Nurwahyudi mengatakan, penambahan bangsal dilakukan bertahap. Rencananya, dua bangsal dengan total 40 tempat tidur (TT). Yakni, bangsal Anggrek berkapasitas 24 TT. Jika penuh, pihaknya akan membuka kembali bangsal Seruni dengan 16 TT. ‘’Jadi, bertahap. Kami tambah dulu 24, kalau penuh tambah lagi,’’ jelas Agus.

Sementara ini, pihaknya memiliki ruang isolasi total 37 TT. Perinciannya, bangsal Dahlia 19 TT, dan kemarin (30/6) 18 TT di Paviliun Wijaya Kusuma dipindahkan ke bangsal Mawar. Sehingga, dua ruang isolasi itu jadi satu area. Jika nanti empat bangsal difungsikan untuk ruang isolasi, total kapasitas 77 TT. ‘’Sekarang sudah full, yang nunggu di IGD masih ada empat pasien,’’ lanjutnya. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button