Madiun

Kota Madiun Berduka, Sekda Telah Tiada

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga dan Pemerintah Kota Madiun berduka. Sosok yang selama ini menjadi kompas birokrasi tiada. Ya, Sekda Kota Madiun Rusdiyanto berpulang saat menjalani perawatan intensif di RSUD Soedono Madiun (RSSM) sekitar pukul 22.00, Minggu (11/7).

Pak Rus, sapaan akrabnya, menjalani perawatan intensif sejak 2 Juli lalu pasca terkonfirmasi positif swab test polymerase chain reaction (PCR). Awalnya di RSUD Kota Madiun. Pada hari yang sama dirujuk ke RSSM. ‘’Kemarin siang (11/7) sempat cuci darah (hemodialisis) dua kali, dan kondisinya agak lebih segar,’’ kata Wawali Kota Madiun Inda Raya (IR) AMS Senin (12/7).

Almarhum dimakamkan di TPU Pagu Manisrejo sekitar pukul 02.30 dini hari (12/7) sesuai prosedur protokol kesehatan Covid-19. Mobil ambulans yang membawa jenazahnya dilewatkan di rumah duka, Jalan Cendana Manis III. Kabar duka itu membuat syok jajaran pemkot dan warga. ‘’Sosok beliau pengayom dan bijaksana, saya anggap sebagai bapak. Pemerintahan banyak belajar dari beliau, bisa segalanya. Kompas dalam birokrasi, tempat curhat, semua nanya ke beliau,’’ lanjut IR.

Segudang pengalamannya menakhodai aparatur sipil negara (ASN) menjadi sosok sentral dalam pemerintahan di bawah wali kota dan wawali. Termasuk saat wali kota lebih dulu terinfeksi Covid-19 dan harus diisolasi. Masukan-masukannya dalam penanganan Covid-19 selalu ditunggu. ‘’Sangat concern dengan penanganan Covid-19 dan lebih memikirkan masyarakat,’’ ungkap IR.

Anak gunung kelahiran Plaosan, Magetan, 13 Desember 1967, itu juga dikenal sebagai panglima hukum. Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Setda Kota Madiun Ahsan Sri Hasto mengenal Pak Rus sejak mengawali karier pada 1995 di bagian organisasi sebagai sosok cerdas.

Semasa kepemimpinan Wali Kota Achmad Ali 1999 silam, Pak Rus diangkat menjadi Kasubag pengolahan data pada bagian organisasi, meski hanya setahun. ‘’Selalu ada solusi saat kami dihadapkan masalah. Begitu ada Pak Sekda, pasti terurai,’’ kata Ahsan.

Kinerjanya moncer hingga diangkat jadi Kasubag kelembagaan pada bagian organisasi 2000-2001. Periode 2001-2003 menjabat Kasubag anggaran pada bagian keuangan. Kemudian tiga tahun (2003-2006) menjadi kepala bagian hukum. Selanjutnya menjabat kepala bagian keuangan (2006-2010). ‘’Masih ingat ketika itu sama-sama Kabag, saya Kabag kesra,’’ urainya.

Pada masa kepemimpinan Wali Kota Bambang Irianto, Pak Rus diangkat menjadi kepala dinas pendapatan, pengelolaan keuangan, dan aset daerah (2010-2013). Kemudian kepala dinas pendapatan daerah (2013-2016). Piawai mengelola administrasi keuangan dan hukum, Pak Rus diangkat menjadi kepala badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (2016-2018). ‘’Setiap ada perselisihan, kami kembali ke normatifnya. Itu yang selalu dipesankan, beliau selalu menjadi panglima,’’ ungkap Ahsan.
Semasa kepemimpinan Wali Kota Sugeng Rismiyanto, Pak Rus dipercaya menjadi Sekda. Kecerdasannya menjadi angin segar bagi pemkot. Masukan-masukan serta ide brilian terlahir darinya. Tidak heran, di masa kepemimpinan Wali Kota Maidi, Pak Rus tetap di posisinya. ‘’Pak Rus secara fisik kurang fit, tapi dia selalu berjuang terus. Kami kehilangan,’’ tuturnya.

Pak Rus juga dikenal bijaksana dan sabar. Mantan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Kota Madiun Suyoto yang pensiun akhir Juni lalu jadi salah satu saksi hidup. Suyoto yang lebih senior sebagai abdi negara mengakui kecerdasannya. ‘’Orangnya sabar, sangat sabar, pintar, tidak grusa-grusu. Kami hanya bisa mendoakan, semoga damai di surga. Selamat jalan Pak Sekda,’’ ucap Suyoto sedih. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button