Madiun

Kota Bunga Sepanjang Masa

Penulis adalah Walikota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

TULISAN saya ini masih berkaitan dengan yang minggu lalu. Terkait potensi-potensi ekonomi baru. Terkait destinasi wisata baru di lahan aset PDAM itu. Ada yang terlupa. Saya belum mengulas tentang taman bunganya. Aset seluas sembilan hektar itu memang cukup luas untuk ukuran pemerintah daerah berbentuk kota. Apalagi Kota Madiun yang hanya 33 kilometer persegi. Terkumpul di satu tempat pula. Sayang jika hanya untuk wisata berkonsep petik buah. Saya berangan ada taman bunganya. Memanfaatkan dua hektar dari luasan.

Beberapa waktu lalu saya kembali meninjau lokasi di aset lahan PDAM di daerah Ngrowo itu. Lahan untuk taman bunga ada di sisi utara. Pengerjaannya sudah dimulai. Paling tidak untuk pengolahan lahannya. Pakai traktor dari PG Redjo Agung. Lengkap dengan operatornya. Setengah hari langsung jadi. Lahan siap ditanami. Tentu Perlu disirami dulu. Ditambah kompos untuk nutrisi. Saya intruksikan dalam minggu-minggu ini. Saat ujan datang nanti, lahan siap ditanami. Di lain pihak, petugas sudah saya minta mencari tanaman. Sampai ke daerah lain pun tak apa. Paling dekat ke Magetan. Di sana memang dikenal memiliki banyak tanaman bunga. Selain sayur tentunya.

Namun, tentu harus disesuaikan dengan cuaca kota kita. Rencananya, lahan akan ditanami bunga mawar, melati, bougenvil, pandan, hingga kantil. Jenis lainnya masih dicari yang cocok tadi. Semakin banyak jenis bunga semakin baik. Taman bunga bukan hanya menjadi pemanis. Namun, juga menjadi magnet tersendiri. Menjadi spot foto selfie dan wefie atau apalah istilahnya saat ini. Hal seperti itu sudah seperti kebutuhan. Tetapi yang terpenting ada faktor ekonominya. Bunga juga akan dipetik untuk dijual. Sering saya katakan, kebutuhan bunga juga cukup besar di kota kita.

Saya pernah bertanya ke penjual bunga di Pasar Sleko. Ada lebih dari satu pikap yang datang setiap malam. Biasanya untuk keperluan tabur bunga untuk ziarah. Belum lagi untuk jasa ucapan berupa karangan bunga. Walaupun tulisannya sudah pakai printing, bunganya tetap asli. Belum tergantikan. Ini potensi ekonomi lagi. Masyarakat juga bisa berperan. Yang memiliki pekarangan jangan dibiarkan begitu saja. Bisa ditanami bunga. Titik yang belum maksimal mari dioptimalkan. Kota kita kota jasa. Masyarakat harus bisa membaca apa yang dibutuhkan di kota jasa. Tatkala semua bergerak ekonomi meningkat. Ujungnya, kesejahteraan akan mengikuti.

Hal itu sering saya katakan. Setiap pertemuan dengan warga selalu saya sampaikan. Itu baru dari bunga. Belum yang lain. Saya berangan kota kita jadi kota yang produktif. Semuanya berdampak pada peningkatan ekonomi. Seperti Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun yang hanya begitu saja dulu. Sekarang sudah ada sunday market. Ada perputaran ekonomi. Lahan aset PDAM ini juga akan seperti itu. Bayangkan jika ada banyak pengunjung dan UMKM kita libatkan di dalamnya. Ada peningkatan ekonomi lagi. Lahan yang biasa kita ubah jadi tak biasa. Tidak perlu mahal. Bisa memanfaatkan bahan-bahan yang ada.

Seperti tanah urugnya yang kita ambilkan dari galian pembangunan trotoar. Bangunan gazebo yang memanfaatkan kayu bekas pembongkaran gedung-gedung milik pemkot. Sementara ini kayu-kayu bekas hanya ditumpuk begitu saja. Mulai sekarang kita manfaatkan. Akan ada banyak gazebo di lokasi nanti. Saya sudah meminta tukang untuk membuat sebanyak-banyaknya. Sebanyak bahan kayu yang ada. Nanti bisa dimanfaatkan di tempat lain. Rencananya juga di kawasan embung pilangbango. Seperti di Taman Lalu Lintas. Di sana nanti juga jadi perputaran ekonomi. Namun, lebih khusus yang berkaitan dengan air. Bisa menjadi wahana memancing dan sentra makanan olahan ikan. Atau bisa juga jadi pasar ikan segar.

Ditambahkan gazebo untuk menambah nyaman pengunjung di sana. Juga fasilitas yang lain. Mungkin juga taman bunga seperti di tempat lain. Kota kita memang harus indah. Bunga merupakan salah satu unsur keindahan. Jadi tidak salah jika akan ada banyak taman-taman bunga di kota kita. Saya ingin Kota Madiun jadi satu-satunya kota di dunia yang memiliki tanaman berbunga sepanjang tahun. Tidak di musim-musim tertentu. Saat tanaman yang satu belum berbunga, tanaman lain yang tengah bermekaran. Terus bergantian seperti itu sepanjang tahun. Madiun kota sejuta bunga sepanjang masa. (*)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button