Madiun

Korupsi PBB-P2 Kabupaten Madiun, Satu Tersangka Ditahan, Satu Mangkir

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pajak bumi bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun resmi menahan tersangka HD Kamis (23/9). Sedangkan tersangka lain, JS, mangkir dari panggilan. ‘’Satu tersangka ditahan di Mapolres Madiun,’’ kata Kepala Kejari Kabupaten Madiun Nanik Kushartanti, Jumat (24/9).

Kasus rasuah itu terjadi di Kecamatan Gemarang. Kejari menetapkan dua tersangka Juli lalu. Yakni, HD dan JS, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun. Keduanya petugas pengumpul pajak di kecamatan. Tersangka HD ditahan setelah memenuhi panggilan pertama pasca-penetapan tersangka. Rompi oranye dikenakan pria 59 tahun itu. ‘’Alasan objektif penahanan, dikhawatirkan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri,’’ ujar Nanik.

Nanik menambahkan, tersangka JS sebenarnya juga dipanggil ke kejari pada hari yang sama. Namun, mangkir. Alasannya, sedang kurang sehat dan perlu di-swab seperti keterangan yang disampaikan penasihat hukumnya. ‘’Sesegera mungkin, akan dilakukan pemanggilan lagi terhadap tersangka JS,’’ ujar Nanik.

Kasi Pidus Kejari Kabupaten Madiun Purning Dahono Putro menambahkan, dua tersangka itu beraksi dengan modus yang sama. Yakni, tidak menyetorkan duit pembayaran PBB dari masyarakat ke bank terkait. Pun, untuk kepentingan pribadi. HD beraksi mulai 2018 sampai 2020 dengan total kerugian negara sekitar Rp 89 juta. Sementara JS mulai korupsi 2020 dengan kerugian negara Rp 150 juta. ‘’Untuk tersangka HD, kerugian negara sudah dikembalikan Rp 30 juta dan sudah kami sita,’’ ungkap Purning. (den/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button