Magetan

Kopi Sarangan Mulai Mencuri Perhatian

Perpaduan Asam-Leci Beri Kesan Fruity

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tak hanya kawasan Poncol, Plaosan juga menyimpan potensi kopi yang patut dikembangkan. Meski sama-sama varietas arabica, kopi Plaosan memiliki rasa lebih khas. Pun, kini mulai merambah kedai-kedai kopi di Madiun Raya.

Yosep Cahyo WIbawanto, seorang barista lokal, mengatakan bahwa kopi Plaosan sejatinya sudah lama dibudidayakan petani Dusun Sarangan dan Singolangu. ‘’Selama ini yang kami olah kebanyakan dari Desa Gonggang dan Alastuwo (Kecamatan Poncol). Kalau dari Plaosan masih jarang,” ungkapnya Minggu (3/11). Menurut dia, kopi Sarangan memiliki keunikan tersendiri. Setelah disangrai mengeluarkan aroma pisang raja. Namun, usai digiling dan diseduh, aroma cokelat dan leci yang mendominasi.

Ketika diseruput, lanjut dia, rasa asam khas arabica terasa dominan. Rasa asam itu berbaur dengan aroma leci hingga memberikan kesan fruity. ‘’Rasanya tidak terlalu pahit seperti kopi jenis robusta,” tutur Yosep sembari menyebut mengenal kopi unik itu dari lurah Sarangan.

Yosep menyebut, pamor kopi Sarangan kini mulai melesat. Jika sebelumnya harga di tingkat petani hanya Rp 30 ribu, saat ini telah menembus Rp 300 ribu per kilogram. Sedangkan jika telah dipanggang dan dikemas mencapai Rp 35 ribu per 100 gram.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Magetan untuk meneliti kopi Sarangan. Pun, berharap jenis kopi itu bisa dibudidayakan secara masal. ”Kopi lokal harus sering-sering dikenalkan,” pungkasnya. (fat/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button