Madiun

Kontrak Kerja Siti-Penyalur Disoal

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Penanganan kasus pekerja migran Indonesia (PMI) atas nama Siti Sulikah kini berada di tangan polisi. Beberapa pihak telah dimintai keterangan. Pun sejumlah barang bukti dikantongi. Hanya, siapa tersangkanya, belum ada hingga kini.

Sekadar saran, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun menyebut satu dokumen penting agar kasus menemui titik terang. ‘’Kejelasan kontrak kerja antara Siti Sulikah dengan penyalur juga dibutuhkan,’’ kata Kepala Disnaker Kabupaten Madiun Heru Kuncoro, Senin (2/8).

Pengakuan Siti Sulikah terkait perlakuan tak manusiawi dari majikan di Malaysia serta tak mendapat gaji selama 1,5 tahun, belum cukup untuk menjerat pihak penyalur. Sejak kepulangannya ke Desa Nglanduk, Wungu, akhir Mei lalu, penyalur mendatangi rumah Siti Sulikah. Penyalur berjanji memberikan gajinya. ‘’Berdasar pengecekan data, Siti Sulikah tidak tercantum sebagai PMI. Itu artinya ilegal,’’ ungkap Heru.

Status legal dan ilegal itu, kata Heru, dapat dicek lewat data di disnaker. Setiap warga Kabupaten Madiun yang bekerja ke luar negeri sebagai PMI pasti terdaftar dalam sistem tersebut. Sehingga, bukti pendukung Siti Sulikah bekerja di Malaysia dan perlakuan tak manusiawi belum didapatkan. ‘’Seharusnya ada kontrak kerja antara Siti Sulikah dengan pihak penyalur,’’ ujar Heru.

Terkait kasusnya yang sudah masuk ke ranah kepolisian, Heru menghormati proses tersebut. Heru berharap kasus dapat segera selesai sesuai hukum yang berlaku. ‘’Berkaca dari kasus ini, terlepas seperti apa nanti hasilnya, kami berharap masyarakat lebih teliti ketika berniat bekerja ke luar negeri atau menjadi PMI. Yang jelas, PMI legal itu prosedurnya pasti melalui tahap di disnaker,’’ bebernya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button