Madiun

Kontrak Habis, Empat PMI Asal Kota Madiun Pulang Kampung

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Para pekerja migran Indonesia (PMI) telah mendahului mudik. Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker-KUKM) Kota Madiun mencatat empat PMI sudah pulang kampung menjelang Lebaran. Pertama, pekerja asal Rejomulyo, Kartoharjo.

Perempuan 29 tahun itu pulang dari Hongkong setelah kontrak kerjanya habis. Dia sempat menjalani isolasi mandiri di Wisma Haji sekitar tiga hari sebelum diizinkan pulang ke rumah Sabtu lalu (24/4). ‘’PMI wajib menjalani karantina dan tes PCR,’’ kata Kasi Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker-KUKM Kota Madiun Hengky Kamis (29/4).

Sebelumnya isolasi mandiri juga dijalani warga Jalan Merak, Nambangan Kidul, Manguharjo, yang pulang kampung (pulkam) ke Madiun karena kontrak kerjanya di Hongkong telah habis. ‘’Aturan kepulangan PMI memang ketat,’’ ujarnya.

Dua lainnya, warga Kelurahan Nambangan Kidul dan Manisrejo, Taman, yang akan menyusul. Mereka pulang Jumat hari ini (30/4). Saat ini PMI yang bekerja di Singapura itu sedang menjalani isolasi mandiri di Surabaya sambil menunggu hasil pemeriksaan swab test keluar.

Hengky menambahkan, mereka bakal dijemput ke Surabaya. Setiba di Kota Madiun dikarantina 3–4 hari di Wisma Haji. Kebijakan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi (rakor) antara Polda Jatim, Kodam V Brawijaya, dan Pemprov Jatim. ‘’Pada hari terakhir karantina mereka akan dilakukan tes PCR lagi. Kalau hasilnya negatif boleh pulang ke keluarga masing-masing,’’ terangnya.

Data terakhir, tercatat 24 PMI dari Kota Madiun yang masih bekerja di luar negeri. Mereka juga berpotensi pulang kampung. ‘’Negara tempat mereka bekerja menyebar. Antara lain Hongkong, Polandia, dan Singapura,’’ sebutnya.

Hengky menyampaikan, jika PMI legal maka kepulangan mereka bisa dipantau. Sebab, pembaruan data dilakukan berkala. Beda jika berangkat tanpa dokumen resmi. Kepulangan mereka sulit dipantau. ‘’Beruntung Kota Madiun bukan merupakan kantong PMI,’’ tuturnya.

Saat ini pihaknya fokus menyiapkan teknis pemantauan PMI. Mulai saat menjalani isolasi hingga ketika di rumah. Hengky berharap ada bantuan data dari kelurahan atau RT terkait keberadaan warganya yang bekerja di luar negeri. ‘’Banyak PMI yang pulang dan tidak kembali karena kontrak kerja mereka tidak diperpanjang,’’ pungkasnya. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button