Madiun

Komunitas Skateboard Madiun Impikan Sarpras yang Memadai

MADIUN – Komunitas Skateboard Madiun eksis mewadahi pehobi olahraga ekstrem itu di Madiun. Mereka setia bermain papan seluncur di Taman Bantaran. Hampir setiap hari, pagi atau sore bertemu di taman pinggir Bengawan Madiun itu. Lokasi lain yang biasa dijajal kawasan adalah Stadion Wilis, patung Mastrip Jalan Abudrahman Saleh dan sudut kota lain. ‘’Dulu sebelum ada Taman Bantaran di Sumber Umis (Dekat Plaza Lawu) atau di area parkir Pasaraya Sri Ratu (sekarang Plaza Lawu),’’ kata Rahadian Wibowo, salah seorang pendiri Skateboard Madiun.

Sebelumnya komunitas ini beranama Extreme Public yang berdiri sekitar tahun 2000. Anggotanya terdiri dari para skaters, BMX, penggemar sepatu roda sampai breakdance. Seiring berjalannya waktu terjadi pasang surut. Member-nya pun begitu. ‘’Karena banyak yang merantau ke luar kota untuk kuliah atau kerja. Saya juga kuliah di Malang. Pernah yang main itu cuma tiga orang,’’ papar Diding, sapaan akrabnya.

Mulai ramai kembali awal 2019 lalu.  Sejumlah remaja pelajar SMA menghidupkan kembali Skateboard Madiun. Itu terlihat ketika Diding dan kawan-kawan membuat acara Ramadan kemarin. Dalam kegiatan buka puasa bersama dibalut silturahmi itu ada sekitar 150 skaters se-eks Karesidenan Madiun datang. ‘’Sudah dua kali kami membuat acara itu, tahun lalu dan sekarang,’’ paparnya.

Diding dkk memanfaatkan momentum skaters Madiun yang sedang pulang kampung. Mereka berasal dari wilayah eks Karesidenan Madiun, Surabaya, Tangerang Selatan dan Jakarta. Mereka  menyempatkan main bareng di Taman Bantaran. ‘’Nggak nyangka yang datang bisa segitu banyak. Jadi muncul generasi baru,’’ bebernya sembari menyebut rencananya menjadikan acara tersebut sebagai ajang tahunan.

Selain itu, kegiatan rutin lainnya adalah 21 Juni yang bertepatan dengan Hari Skateboard Dunia. Untuk memperingati Skateboarding Day ini skaters Madiun ramai-ramai kumpul di Taman Bantaran sekadar latihan dan main bersama. Selain itu, juga terlibat dalam sejumlah kompetisi skateboard di berbagai daerah. ‘’Anak skate Madiun dikenal berani dan bandel, ada teman  yang lagi lomba tiba-tiba engkelnya bermasalah masih kuat main,’’  ucap Edwien Hariansyah, member senior lain.

Skill skater Madiun tidak kalah bagus dengan daerah lain. Kemampuan mereka diperhitungkan dalam setiap kompetisi. Ada lebih dari 50 trofi dari berbagai ajang skate dikoleksi para skaters ini. Karena itu, belakangan mereka membuat hastag #skaterputradaerah agar menjadi identitas skater Madiun. ‘’Banyak lho skater andalan dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya yang asalnya dari Madiun,’’ akunya.

Skateboard Madiun menyayangkan kondisi skate park di Taman Bantaran yang rusak parah. Utamanya di areal floor atau lantainya banyak yang sudah berlubang. Idealnya, skatepark yang aman dan nyaman untuk latihan permukaannya mulus dengan kualitas semen yang bagus. ‘’Besinya itu juga tipis dan sudah lama nggak ada perbaikan. Makanya kami pindah di atasnya sini, ini pun kami sempat patungan beli semen untuk menambal sendiri,’’ paparnya.

‘’Maksud kami, sarprasnya terbatas saja kami bisa juara. Apalagi kalau fasilitasnya baik. Seperti di Bali. Karena skateboard sekarang ada di Sea Games dan Indonesia telah meraih perak,’’ pungkasnya. (dil/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button