Ngawi

Komunitas Doodle Art Ngawi Populerkan Seni Menggambar

NGAWI – Tak sekadar corat-coret, komunitas Doodle Art Ngawi getol menularkan seni menggambar ke anak-anak. Mengundang perkumpulan serupa se-Jatim, ratusan pelajar TK dan TPA diberi jurus-jurus membuat doodle art.

Sejumlah anak-anak serius menekuri bangku di hadapannya masing-masing. Mereka asyik menarikan spidol di lembaran kertas. Di sela kerumunan anak-anak tersebut, berseliweran beberapa pemuda. Sesekali, pemuda-pemuda itu duduk di samping anak-anak. Mereka tampak menanyai si anak-anak lantas menerangkan sesuatu. ’’Ini rekaman pas anniversary kedua Doodle Art Ngawi,’’ kata Heru Kris Yanda –ketua komunitas setelah menunjukkan sebuah video di smartphone miliknya.

Doodle Art Ngawi punya cara unik untuk merayakan tahun kedua terbentuknya komunitas. Yakni dengan mengumpulkan sejumlah anak-anak untuk dibelajari cara membuat doodle art. Anak-anak usia TK dan TPA di Ngawi dipilih komunitas akhir April lalu. Heru bersama rekan-rekan komunitasnya semringah melihat antusiasme anak-anak. ’’Kalau teman-teman komunitas dari luar daerah sengaja berkumpul untuk gathering bersama se-Jatim,’’ ungkapnya.

Heru dkk waktu itu sengaja membuat sejumlah kegiatan dalam momen ulang tahun komunitas tersebut. Bertitik tolak berbagi ilmu kepada anak-anak, dua hari berturut-turut kegiatan berlangsung. Corat-coret di kertas gambar tentu mengasyikkan bagi anak-anak. Kendati paham akan hal tersebut, Doodle Art Ngawi sama sekali tidak memungut biaya kepada anak-anak dalam pelaksanaan kegiatan. ‘’Cuma untuk memperingati berdirinya komunitas dan mengenalkan doodle art kepada anak-anak,’’ terangnya.

Media seni doodle art bukan hanya kertas. Tak jarang, anggota komunitas juga corat-coret di bentangan kain putih menggunakan spidol hitam. Sengaja unjuk kebolehan di sejumlah event gelaran Pemkab Ngawi tak ketinggalan mereka lakoni. Ringan betul pemuda-pemuda tersebut menggoreskan garis demi garis sembari berdiri. Tak ada jeda istirahat, mereka cukup menjauh-mundur sejenak dari bentangan kain. ‘’Macam-macam teknik menggambar doodle art,’’ kata Heru.

Sempat suatu ketika Doodle Art Ngawi menggambar di gelas sterofoam. Disusun menjadi tangkupan-tangkupan, hasilnya begitu menarik perhatian. Tangkupan dimodel mengerucut ke atas, coretan-coretan khas di permukaan gelas menambah kesan artistik. Biasanya, berlembar-lembar kertas yang sudah digambari turut mereka gantung di sekitaran tumpukan gelas. ‘’Sering ngumpul dan menggambar karena hobi,’’ terang Heru.

Anggota Doodle Art Ngawi sekarang ini tak kurang dari 34 pemuda. Tentunya, mereka yang punya hobi corat-coret. Komunitas ini terbilang cepat berkembang. Pasalnya, hanya tujuh nama yang tercatat sebagai anggota saat komunitas terbentuk pada Mei 2017. Pun, perkumpulan berawal dari ocehan salah seorang dari tujuh anggota awal di warung kopi.‘’Beda dengan mural, doodle art itu corat-coret bebas, abstrak, tapi punya keunikan tersendiri,’’ jelas pemuda 23 tahun asal Desa Kedungprahu, Padas, Ngawi, itu.

Obrolan warung kopi kian menjadi dan diseriusi. Kopdar tiga pekan sekali di alun-alun, ajeg dilakukan saban Sabtu malam. Ternyata, ide mempraktikkan seni menggambar tanpa perencanaan itu membuat kepincut sejumlah pengunjung alun-alun. Dijalari rasa penasaran, beberapa di antara yang tertarik melihat akhirnya ikut join komunitas. ‘’Sebenarnya, doodle art itu coretan-coretan yang dilandasi ketidaksengajaan. Asal ngalir gitu aja,’’ kata Heru.

Banyaknya pemuda yang bergabung ke komunitas mendorong Doodle Art Ngawi ingin berbuat lebih. Pameran kecil-kecilan sudah diagendakan. Rencananya, unjuk karya doodle art buatan anggota komunitas bakal digelar di Alun-alun Merdeka. Selain menunjukkan keeksistensian, Doodle Art Ngawi juga memiliki misi menjaring anggota komunitas baru. ‘’Mungkin ada juga yang lebih mahir daripada kami. Bisa sharing sama-sama nanti,’’ ujarnya.

Doodle art biasanya mencerminkan perasaan si pembuatnya. Soalnya, goresan-goresan yang dibikin terkadang muncul tanpa disadari. Heru dkk mengaku bisa mendapatkan ketenangan hati saat corat-coret seperti itu. ‘’Jadi, doodle art itu bukan sekedar corat-coret. Tapi, juga punya kedalaman makna dan mengandung ciri khas dari pembuatnya,’’ ucap Heru. ******(ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button